Buku Kunci Kesuksesan - Ubah Kegagalan Jadi Keberhasilan Oleh Eric Kanadi

Harga reguler 78.000,00

Pendahuluan: Apa itu kunci kesuksesan?

Sadarkah Anda bahwa di sekeliling kita ada banyak sekali kunci kesuksesan? Jumlahnya tidak ter- hingga. Satu kunci kesuksesan dapat membuat
Anda menjadi orang yang sangat sukses. Satu kunci kesuksesan dapat mengantar Anda menjadi orang yang amat berhasil.
Setiap kunci kesuksesan mempunyai bentuk dan lekuk yang berbeda. Seperti halnya kunci pintu rumah, kunci pintu rumah Anda pasti berbeda dengan kunci pintu rumah lainnya. Kunci kesuksesan yang satu juga berbeda dengan kunci kesuksesan yang lain.
Ketika kunci itu sudah di genggaman Anda, Anda dapat membuka sebuah pintu kesuksesan, masuk ke dalamnya, dan mengambil semua yang ada di sana. Jika Anda ber- usaha masuk ke rumah tanpa kunci, Anda akan menjadi pencuri. Anda akan berusaha mendobrak pintu tersebut. Anda akan berusaha masuk melalui pintu lain bahkan menghancurkan tembok, tetapi tetap tidak bisa masuk ke dalamnya. Sekalipun Anda berusaha mengemis dan menangis di depan pintu kesuksesan itu dan memohon agar pintunya terbuka, pintu akan tetap terkunci jika Anda tidak punya kuncinya. Jika Anda punya satu saja kunci kesuksesan, Anda akan dapat masuk dan menikmati se-mua yang ada di dalamnya.
Banyak orang sukses di dunia ini yang mencapai ke- berhasilan hanya karena punya satu kunci kesuksesan. Namun, ada juga yang berhasil karena dua kunci ke- suksesan, bahkan ada yang karena lima kunci ke- suksesan. Sekarang, bayangkan jika Anda mempunyai sepuluh kunci kesuksesan. Saya yakin Anda bisa meng- ubah nasib bisnis Anda dengan dahsyat.
Bicara soal kesuksesan, kita tahu bahwa di dalam hidup ini ada yang namanya IQ, EQ, dan SQ. Saya akan jelas- kan satu per satu dan bagaimana kaitannya dengan kesuksesan.


IQ ATAU INTELLIGENCE QUOTIENTS

Banyak sekali orang yang berpikir bahwa IQ yang tinggi dapat menjamin kesuksesan seseorang. Pertanyaannya, apakah betul IQ tinggi dapat menjamin Anda menjadi orang yang berhasil? Saya akan menjawab “belum tentu”.
Oke, IQ mungkin bisa mempercepat Anda menjadi orang yang berhasil, namun IQ tinggi atau rendah tidak bisa jadi patokan apakah seseorang akan berhasil atau gagal dalam kariernya. Banyak sekali teman saya yang sangat pintar bahkan lulusan S2 di luar negeri, namun sebagian besar dari mereka berujung menjadi pengangguran. Jika Anda perhatikan, orang-orang yang bisnisnya bangkrut atau terlilit utang bukanlah karena mereka kurang pintar atau tidak memiliki IQ tinggi.
IQ tinggi tidaklah cukup, bahkan mungkin tidak ber- pengaruh besar untuk menuju kesuksesan. Anda bisa melihat, orang-orang tersukses di Indonesia ataupun di dunia bukanlah orang-orang yang memiliki IQ paling tinggi.
Mark Zuckerberg, pemilik Facebook, adalah orang yang dikeluarkan dari sekolahnya (drop out). Bill Gates, pe- milik Microsoft, juga pengusaha sukses yang mengalami drop out. Coba perhatikan pebisnis-pebisnis di Indonesia. Apakah semuanya memiliki IQ paling tinggi?
Sebut saja Bob Sadino. Dia adalah salah satu pebisnis sukses di Indonesia. Pengusaha ini sedikit nyentrik dalam berpakaian, bahkan dalam memberikan nasihat kepada orang lain. Dalam pesan-pesannya, Bob Sadino selalu menyisipkan bahwa kepintaran tidak menjamin seseorang untuk berhasil. Dia juga dikenal dari buku yang menuliskan kisah entrepreneur-nya dengan judul Belajar Goblok ala Bob Sadino.
Jika IQ atau kepintaran otak tidak dapat menjamin seseorang untuk berhasil, apa sebenarnya penentu keberhasilan seseorang? Sebagian besar peneliti dan ilmuwan mulai mengarah ke EQ.



EQ ATAU EMOTIONAL QUOTIENTS

EQ adalah nilai kecerdasan emosi seseorang. EQ berbicara tentang seberapa tinggi disiplin Anda, seberapa keras kerja Anda, seberapa tangguh mental Anda, seberapa sering Anda tidak menyerah, dan seberapa pintar Anda berkomunikasi dengan orang lain.
Apakah EQ dapat membantu Anda menuju kesuksesan? Saya jawab bisa, namun terbatas.
Orang yang hanya mengandalkan IQ dan EQ tinggi akan kesulitan mengatasi nasib buruk, faktor “X” yang menghalangi kesuksesan, atau “batasan-batasan” level keuangan.

Seseorang memang dapat bekerja sekuat tenaga, punya rencana bagus, dan punya tingkat kepintaran otak yang sangat dahsyat. Namun, jika ada faktor “X” atau nasib buruk yang tidak mendukung, seperti kecelakaan, lampu mati, tiba-tiba macet total di jalan ketika akan meeting penting, atau ada faktor lain yang menghalangi bisnis untuk maju, sesempurna apa pun rencana bisnisnya bisa gagal.
Ada juga orang yang sebenarnya hanya sedang jalan-jalan di mal dan tidak sedang merencanakan bisnis apa pun, lalu tiba-tiba bertemu seorang investor bisnis. Sambil makan bersama, mereka berdiskusi tentang dunia bisnis.Dan, akhirnya, orang itu malah mendapatkan investasi yang sangat besar dalam bentuk uang!

Anda kenal penyanyi Justin Bieber? Awal mulanya, Justin merekam dirinya ketika bernyanyi dan mengunggahnya ke YouTube. Saya yakin saat itu Justin tidak punya rencana apa pun apakah akan menjalankan sebuah bisnis besar atau bagaimana. Namun, ternyata video itu meledak dan sekarang Justin malah menjadi superstar dengan kesuksesan maksimal.
Mengapa ada orang yang sepertinya terlihat santai malah sukses tanpa harus jungkir balik mencari uang?
Orang yang hanya mengandalkan EQ akan sangat susah menembus batasan. Dalam sebuah keluarga besar kita akan sering menemui batasan keuangan. Contohnya, jika kakek buyutnya adalah orang terkaya di keluarganya dengan penghasilan maksimal 50 juta tiap bulan, akan sangat susah bagi anak cucunya untuk menembus omzet senilai sama setiap bulannya! Tidak mudah juga bagi keturunannya untuk menembus angka 500 juta atau 5 miliar rupiah setiap bulan. Padahal, orang sukses yang kakek buyutnya berpenghasilan 50 miliar tiap bulannya, anak cucunya akan sangat mudah menembus omzet 50 miliar tiap bulan. Ini yang namanya batasan dalam keluarga.



BATASAN KEHIDUPAN
Singa adalah raja hutan yang sangat kuat. Jika dirantai dengan rantai besi sepanjang 5 meter, singa itu tidak akan bisa berjalan lebih dari 5 meter. Walaupun otot-ototnya sangat kuat, dia tetap tidak bisa melewati batas 5 meter. Dia hanya akan bergerak bebas atau berputar- putar seluas 5 meter, namun tidak bisa lebih dari 5 meter.
Dalam hidup pun ada yang namanya batasan. Biasanya, penghasilan seseorang akan terus naik sampai terbentur batasan keuangan. Anda mungkin pernah menjumpai seseorang yang bisnisnya naik dengan sangat cepat. Hanya dalam waktu enam bulan sejak bisnisnya didirikan, omzet perusahaannya sudah mencapai 300 juta rupiah per bulan! Setelah menembus angka 300 juta, omzet perusahaannya mulai berhenti dan itu berlanjut dalam waktu sangat lama. Orang ini terbentur batasan keuangan di angka 300 juta. Perusahaannya tidak gagal, tidak mengalami kerugian bahkan terbilang cukup “lumayan”, tetapi perkembangannya mengalami stagnasi batasan keuangan sehingga jika tidak ditembus bisa berhenti dalam waktu 5 tahun, 10 tahun, atau seumur hidup.

Selalu Hampir Sukses, namun Tidak Pernah Sukses
Ada lagi keanehan lain. Ada tipe orang yang awal bisnisnya sangat baik, namun ketika hampir mencapai titik tersuksesnya, tiba-tiba mengalami permasalahan yang menyebabkan bisnisnya tutup dan bangkrut. Orang ini kembali memulai usaha di bidang lain dan sedikit lagi panen keuntungan besar, tiba-tiba ada saja kendala yang menyebabkan bisnisnya gagal.

Dikejar-kejar Utang ke Mana pun Pergi

Ada juga tipe orang yang selalu dikejar-kejar utang. Orang ini bisa jadi bukan orang yang malas atau bodoh. Namun, sekeras apa pun bekerja, utang selalu mengikuti ke mana pun ia pergi. Jika tidak diubah, faktor “X” ini bisa terus berlangsung seumur hidup hingga ke anak cucunya.
Penting!

Ada batasan, faktor “X”, atau nasib buruk yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan kerja keras dan kepintaran. Namun, ada kunci kesuksesan yang dapat mengubah batasan-batasan, faktor “X”, atau nasib buruk itu.
Dalam bab berikut, Anda akan menerima kunci-kunci kesuksesan yang dapat membuka pintu-pintu keuangan Anda yang selama ini tertutup dan menutup pintu-pintu yang selama ini menyebabkan kerugian. Ingat, kunci-kunci kesuksesan dalam buku ini sering kali tidak diajarkan dan tidak disadari oleh banyak orang. Kunci-kunci kesuksesan itu juga tidak sepenuhnya bisa dipahami oleh otak manusia secara logika dan tidak semuanya dapat dilihat dengan mata, Anda hanya dapat merasakan dampaknya.

KELIHATAN VS TIDAK KELIHATAN

Hal-hal yang tidak kelihatan sering kali lebih kuat (power- ful) daripada hal-hal yang kelihatan. Tidak percaya? Ber- ikut bukti yang dapat kita lihat dalam kehidupan sehari- hari.
• Listrik tidak kelihatan, namun mempunyai tegangan
yang dapat menghidupkan lampu rumah Anda.
• Angin tidak kelihatan, namun dapat dirasakan dan bisa menghasilkan angin topan yang cukup kuat untuk menghancurkan satu kota.
• Keangkuhan tidak kelihatan, namun dapat dirasakan.
• Kerendahan hati tidak kelihatan, namun menimbulkan
rasa nyaman.
• Cinta tidak kelihatan, namun dapat membuat
seseorang melakukan hal-hal yang mustahil.

“Tapi Eric, saya tidak percaya dengan hal-hal yang tidak kelihatan.”
Apakah Anda dapat melihat oksigen? Tentu tidak. Namun, bagaimana jika hidup Anda tanpa oksigen?
Apakah Anda dapat bernapas?
Apakah Anda dapat hidup selama satu jam, bahkan lima menit saja tanpa oksigen? Saya yakin, tidak.

Oleh sebab itu, hal-hal yang tidak bisa dilogikakan, tidak bisa dipahami, atau tidak kelihatan bisa jadi adalah hal- hal yang dibutuhkan untuk mengubah keadaan Anda saat ini.


SQ ATAU SPIRITUAL QUOTIENT

Ada IQ. Ada juga EQ. Bagaimana dengan SQ? SQ adalah kependekan dari Spiritual Quotient atau kecerdasan spiritual. SQ inilah yang dapat menembus batasan- batasan yang selama ini menghalangi keuangan Anda. SQ inilah yang bisa mengubah faktor “X” atau nasib buruk dalam kehidupan Anda. Ingat, “orang pintar” bisa meramal nasib Anda (walaupun tidak sepenuhnya benar), namun tidak bisa mengubah nasib Anda. Hanya Tuhan yang bisa mengubah nasib seseorang. Oleh sebab itu, kita membutuhkan SQ untuk melibatkan Tuhan untuk melepas batasan-batasan kita, membuang semua faktor “X”, dan mengubah nasib kita.

Kunci-kunci kesuksesan yang saya berikan tidak hanya membahas IQ dan EQ, tetapi juga SQ. Saya berharap kunci-kunci kesuksesan ini dapat mengubah kehidupan keuangan Anda sepenuhnya. Jika selama ini Anda terlilit utang, saya berharap utang itu bisa lunas dalam waktu cepat. Jika bisnis Anda selama ini hanya sampai pada kondisi hampir berhasil, saya berharap bisnis Anda bisa benar-benar berhasil. Jika omzet bisnis Anda mengalami stagnasi selama bertahun-tahun, saya berharap batasan-batasan yang “mengerangkeng” bisnis Anda dapat di- hancurkan.
Mari kita gunakan semua kunci kesuksesan Anda dalam hidup ini. Bukan untuk cinta uang, bukan untuk keegoisan pribadi, melainkan untuk mengubah kegagalan Anda menjadi kesuksesan, mengusir belalang-belalang pela- hap yang memakan butir-butir rezeki Anda, dan menjadi manfaat untuk orang-orang sekitar.
Salam sukses!

Kunci Kesuksesan #1: Gambar Diri

Budi dikenal sebagai sosok yang sangat rajin bekerja. Setiap hari, dia bangun pagi sekali untuk bersiap- siap memulai pekerjaannya. Motivasinya dalam
bekerja benar-benar tidak terkalahkan. Tidak hanya rajin, Budi juga pintar, berpengetahuan luas, dan menguasai pekerjaannya.
Namun, ada yang aneh. Sekeras apa pun Budi berusaha untuk sukses, hasilnya selalu gagal. Walaupun terus mencoba bekerja lebih keras dan membaca lebih banyak buku, ujung-ujungnya kegagalan juga yang dia dapati.
Pada akhirnya, Budi merasa lelah. Dia mulai bertanya- tanya dalam hati. “Bukankah  saya  ini  orang  yang  rajin  dan pintar? Mengapa segala usaha saya tidak berhasil?” Merenung dan mengevaluasi dirinya, Budi teringat ke- jadian sewaktu dia berumur tujuh tahun. Waktu itu, Budi berbuat salah dan mendapat marah ayahnya. Ayahnya sangat emosi dan tidak sengaja melontarkan perkataan pedas kepadanya.
“Budi! Kamu sangat nakal! Kamu anak sial. Besar nanti pasti kamu jadi orang yang gagal!”
Perkataan pedas itu masuk ke dalam pikiran Budi, yang lantas memahat gambar dirinya. Aku anak nakal, anak sial, anak gagal. Sejak saat itu, Budi mulai melihat dirinya sesuai citra itu. Gambar dirinya tidak lagi sehat dan berubah menjadi negatif. Budi tidak pernah melihat dirinya sebagai orang yang sukses, tetapi sebagai orang yang gagal.


Gambar diri Budi yang terlukai ini sangat memengaruhi kehidupan pekerjaannya. Walaupun pintar dan pekerja keras, gambar diri yang rusak ini selalu membawa arah hidupnya pada kegagalan, bukan pada titik keberhasilan.
Bagaimana dengan diri Anda? Bagaimanakah cara Anda memandang diri Anda? Apakah Anda memiliki pengalaman yang buruk seperti Budi? Atau, apakah sudah melihat diri Anda sebagai orang yang gagal?
Raja Salomo pernah berkata: “For as he think in his heart, so is he.” Sebuah pesan yang sangat bagus. Apa yang di- pikirkan seseorang dalam hatinya tentang dirinya  sendiri,  begitulah dia. Salah satu penyebab kegagalan yang sering dialami seorang pekerja keras adalah gambar diri yang terluka. Walaupun suka bekerja dan sangat ingin sukses, jika tidak melihat dirinya sebagai orang sukses, pekerjaannya akan sering berujung pada kegagalan.


Seperti ada hitam dan ada putih, demikian pula ada orang yang dengan santai berjalan menuju kesuksesan dan ada pula yang berusaha mati-matian untuk sukses namun tidak pernah mencapai kesuksesan tersebut. Ingat, kerja keras memanglah penting, namun jangan lupa, berkat Tuhan-lah yang menjadikan kaya. Boleh dibilang, susah payah tidak menambahinya.
Ada tipe orang yang tidak perlu mati-matian untuk memperoleh sukses. Walaupun bukan lulusan S2 dengan IQ supertinggi, apa pun pekerjaan yang dikerjakannya, bisnis yang dibukanya, dan rencana yang dirancangnya selalu berhasil sesuai harapan. Kehidupannya pun tampak harmonis bersama keluarga dan rekan kerja.
Namun, di tempat lain ada orang yang sudah mati-matian bekerja keras, menyusun banyak rencana bisnis, bahkan bersekolah sampai S2, pekerjaannya selalu gagal. Dia mungkin pernah sesekali memperoleh keberhasilan kecil. Bisa jadi juga dia sudah berjalan beberapa langkah menuju kesuksesan, namun ujung-ujungnya selalu bertemu kegagalan.
Jika Anda termasuk tipe seperti ini, ada kabar baik untuk Anda! Anda bisa berubah menjadi orang yang dengan santai diikuti kesuksesan. Ada banyak sekali kunci ke- uksesan yang dapat mengubah keadaan keuangan Anda, namun Anda perlu memiliki kunci kesuksesan pertama dan paling dasar, yaitu gambar diri yang sehat.
Kepintaran dan kerja keras saja tidak cukup. Kita umpamakan gambar diri negatif seperti rantai sepanjang lima meter yang mengikatkan Anda pada tiang besi. Tidak peduli sekuat apa pun berusaha, Anda hanya bisa lari sejauh lima meter dari tiang itu. Sekalipun dengan IQ

sangat tinggi, keuangan Anda hanya bisa berlari sejauh lima meter dari tiang besi. Hanya setelah lepas dari rantai itu, Anda bisa lari sejauh yang Anda inginkan. Hanya jika Anda lepas dari gambar diri negatif, keuangan Anda bisa berlari tanpa batas.
Ya, gambar diri sehat adalah langkah awal menuju kesuksesan. Gambar diri adalah cara kita memandang diri sendiri.
Bagaimana Anda memandang diri Anda sendiri? Apakah Anda memandang diri Anda sebagai orang sukses atau gagal? Sudahkah Anda melihat diri Anda sebagai ciptaan Tuhan yang dilahirkan untuk berhasil? Ataukah Anda melihat diri Anda sebagai orang yang gagal?


THE POWER OF POSITIVE SELF-IMAGE

Gambar diri adalah faktor yang menentukan tingkat kesuksesan Anda. Sebelum Edmund Hillary dan Tenzing Norgay menaklukkan Puncak Everest tahun 1953, tidak ada seorang pun yang percaya bahwa puncak gunung tertinggi di dunia ini bisa dipanjat sampai titik yang paling tinggi.

Mengapa? Ya, karena tantangan untuk sampai di puncak benar-benar membuat merinding. Selain karena ketinggi- annya yang teramat sangat, mendekati jangkauan mak- simal pesawat terbang, medan menuju puncak Gunung Everest bersalju, licin, berbahaya, berjurang-jurang, dan hanya mengandung sedikit oksigen. Oleh karena itu, izin mendaki Gunung Everest bagaikan membeli one-way ticket. Pernah menonton film “Everest”? Mereka berhasil mendaki sampai ke puncak, tetapi beberapa anggota tim yang terlibat dalam pendakian tidak berhasil turun dengan selamat.
Setelah penaklukan gunung tersebut, mendaki dan mengibarkan bendera di Puncak Everest tiba-tiba menjadi sesuatu yang tidak lagi luar biasa. Terbukti, banyak orang yang berhasil menembus rute sampai puncak gunung yang tertinggi. Bahkan, salah satu orang Indonesia ada yang sudah berhasil mencapai puncaknya. Mengapa? Karena mental kita terbuka setelah melihat atau mendengar keberhasilan orang lain.
Jebol-lah persepsi orang bahwa puncak bersalju abadi itu tertutup untuk manusia. Ya, selama ini orang selalu melihat memanjat Gunung Everest adalah hal mustahil. Mereka melihat dirinya sendiri sebagai seorang yang tidak mungkin bisa memanjat gunung itu. Namun, ketika ada satu orang yang berhasil memanjatnya, gambar diri pun berubah. Mereka melihat dirinya bukan lagi sebagai orang yang tidak mampu menaklukkan gunung itu, tetapi sebagai manusia yang mampu menaklukkannya.
“Kalau orang lain bisa, berarti saya bisa!” dan gambar diri mereka pun berubah. Kini, mendaki Gunung Everest adalah wisata petualangan yang sangat memikat. Asalkan Anda cukup uang dan sehat secara fisik, tidak mustahil untuk mendaki sampai Puncak Everest.
Melihat keberhasilan orang lain bisa menjadi salah satu cara mengembalikan self-image negatif dan membentuknya menjadi positif. Selain penaklukan Everest, ada lagi cerita lain.
Sir Roger Gilbert Bannister CH CBE FRCP (23 Maret 1929– 3 Maret 2018), kenalkah Anda dengan sosok ini? Nama dia tidak sefamiliar atlet Muhammad Ali atau Maradona. Namun, di dunia olahraga lari, dia adalah legenda.
Bannister adalah seorang atlet jarak menengah sekaligus dokter ahli saraf Inggris yang berlari menembus waktu psikologis di bawah empat menit. Artinya, persepsi orang saat itu adalah tidak mungkin ada pelari yang sanggup memecahkan rekor di bawah angka itu.
Pada Olimpiade 1952 di Helsinki, Bannister mencetak rekor Inggris di cabang lari 1500 meter. Prestasi ini memperkuat tekadnya untuk menjadi atlet pertama yang menyelesaikan lari dalam waktu kurang dari empat menit. Dia mencapai prestasi ini pada 6 Mei 1954 di lintasan Road Iffley di Oxford. Ketika penyiar Norris McWhirter menyatakan, “Waktunya tiga ...”, sorak-sorai kerumunan penonton meledak ketika melihat catatan waktu Bannister yang sebenarnya, yaitu 3 menit dan 59,4 detik. Dia telah mencapai rekor ini dengan pelatihan minimal sambil berlatih sebagai dokter junior.
Pecahlah anggapan orang bahwa tak mungkin berlari 1500 meter dalam waktu kurang dari 4 menit. Hal yang luar biasa, rekor Bannister hanya bertahan 46 hari. Atlet lari pun “mudah” untuk menjebol rekor baru itu.

Anda pernah meragukan diri Anda sendiri? Menilai diri Anda tidak sehebat kapasitas Anda? Tengoklah keberhasilan orang lain.
“Kalau orang lain bisa, saya juga bisa!” Itulah pola pikir yang perlu kita miliki. Maka, ketika Anda ingin berhasil, mau melangkah maju, ubah pola pikir Anda dan lihat diri Anda sebagai hasil karya Tuhan yang sangat sempurna. Masterpiece-Nya. Tidak ada negative self-image. Kalau orang lain berhasil, Anda pun bisa.

Karena itu, dalam bab ini, saya ajak Anda untuk berfokus membahas tiga hal, yaitu:
Mengapa gambar diri yang sehat berkaitan dengan
tingkat kesuksesan seseorang?

Mengapa seseorang dapat memiliki gambar diri
negatif?

Bagaimana cara membentuk gambar diri yang sehat
jika gambar diri sudah rusak?

Kita bahas lebih detail bagian per bagian berikut ini.



MENGAPA GAMBAR DIRI YANG SEHAT BERKAITAN DENGAN TINGKAT KESUKSESAN SESEORANG?

Persepsi buruk kepada diri sendiri ataupun kepada orang lain dapat menghambat perjalanan seseorang untuk berhasil. Sebagai contoh, mengapa sebagian rakyat Indonesia susah berhasil dalam sisi keuangan?
Sebut saja ada seorang wanita Indonesia bernama Annisa. Annisa adalah seorang yang baik, rajin bekerja, dan taat beragama. Setiap pagi Annisa bangun untuk beribadah dan bersiap menjalankan bisnisnya. Persis kebiasaan orang Indonesia kebanyakan.
Anehnya, dengan kebiasaan baiknya itu, bisnisnya tidak pernah mencapai hasil maksimal. Dibilang gagal tidak, dibilang berhasil juga tidak.
Setelah selesai bekerja, Annisa selalu istirahat di rumah sambil menonton sinetron Indonesia. Akhirnya, Annisa sadar bahwa penyebab bisnisnya tidak bisa maksimal adalah karena persepsinya yang salah terhadap orang kaya.
Sebagian besar sinetron Indonesia sering menggunakan orang kaya sebagai pemeran jahat atau pemain antagonis. Dalam dunia sinetron Indonesia, orang kaya selalu menyiksa orang lain dan berbuat jahat dengan semena- mena.


Annisa yang setiap hari menyaksikan sinetron Indonesia mulai membentuk persepsi bahwa orang kaya adalah orang jahat. Dia berpikir bahwa semua orang kaya itu jahat. Artinya, tidak ada orang kaya yang baik. Secara tidak sadar Annisa menyimpan pemikiran “Saya beragama. Saya ingin  menjadi  orang  baik.  Saya  tidak  mau  menjadi  orang  jahat. Oleh sebab itu, saya tidak boleh menjadi  orang  kaya  karena saya bisa menjadi jahat!”
Anda sudah menemukan benang merahnya? Ternyata persepsi salah inilah yang menghambat bisnis Annisa sehingga dia tidak bisa mencapai hasil maksimal. Annisa merasa dirinya akan menjadi jahat jika bisnisnya semakin sukses. Persepsi ini sangat memengaruhi pikiran bawah sadarnya. Penelitian menunjukkan bahwa 80% keputusan dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar, bukan pikiran sadar.
Tanpa disadari, Annisa sering mengambil keputusan- keputusan bisnis yang mengarahkan dirinya untuk tidak menjadi terlalu kaya. Persepsinya yang salah mencegah Annisa untuk menjadi orang sukses.
Bagaimana solusinya? Annisa harus membuang kebo- hongan dalam pikirannya yang mengatakan bahwa “se- mua orang kaya adalah orang jahat” dan menggantinya dengan “saya bisa menjadi orang yang sukses, saleh, dan beragama”. Dengan demikian, kebohongan yang ada dalam pikirannya tidak lagi menghalanginya untuk menjadi orang yang sangat sukses. Annisa pun tidak takut lagi menjadi orang sukses sebab sadar bahwa tidak semua orang sukses adalah orang jahat. Setelah itu, bisnis Annisa mulai berkembang dengan dahsyat.
Sangatlah penting bagi kita untuk menyadari semua ke- bohongan dan persepsi yang tidak benar dalam pikiran kita, khususnya tentang gambar diri kita. Jika tidak di- benahi, hal itu dapat memengaruhi keputusan-keputusan bisnis yang akan kita ambil. Jika kita membuang semua akar pikiran yang salah dan memasukkan pikiran yang benar, perjalanan bisnis kita akan lebih lancar dan menyenangkan.


Termostat Keuangan Itu Ada!

Cara kerja gambar diri ini menyerupai termostat yang ada pada pendingin ruangan (AC). Termostat berfungsi untuk mengontrol suhu ruangan. Apabila kita mengatur suhu dalam ruangan berada di angka 20oC, termostat akan memerintah mesin AC untuk bekerja sekuat tenaga mendinginkan ruangan hingga suhu ruangan tersebut berubah menjadi 20oC. Jika sudah tercapai, mesin AC tidak akan terus mendinginkan ruangan hingga 16oC sebab sudah diatur hanya pada suhu 20oC.
Sekarang, coba Anda buka pintu atau jendela, dan diamkan beberapa saat. Biarkan suhu udara luar masuk dan menghangatkan ruangan. Apa yang terjadi? Suhu dalam ruangan akan merangkak naik, mungkin menjadi 25oC. Bahkan bisa lebih, bergantung apakah Anda tinggal di Dubai atau Pegunungan Menoreh. Nah, termostat akan memaksa AC untuk berembus lebih keras sampai suhu di dalam ruangan kembali ke angka 20oC. Pendingin ruangan terus berusaha kembali ke setelan termostat untuk menstabilkan suhu menjadi 20oC, namun tidak mencapai 16oC.
Jika kita lihat realitas dalam kehidupan ini, setiap orang mempunyai “termostat keuangan” dalam hati dan pikir- annya. Sayang, orang yang memiliki gambar diri negatif memasang termostat keuangannya pada angka yang cenderung lebih rendah dibanding seharusnya.
Katakanlah orang dengan gambar diri negatif ini mengatur “termostat keuangannya” pada angka mak- simal Rp3.000.000 tiap bulan. Ia berkata, “Saya bisa mendapatkan penghasilan tiga juta rupiah tiap bulan, tetapi tidak mungkin bagi saya untuk mendapatkan peng- hasilan lebih dari tiga juta rupiah tiap bulan.” Maka, sama seperti fungsi termostat AC, orang ini akan bekerja terus sekuat tenaga hingga angka tiga juta itu tercapai. Jika pada minggu pertama ia baru mendapatkan lima ratus ribu rupiah, “termostat keuangannya” akan terus memicu orang ini untuk berpikir dan bekerja keras hingga angka tiga juta rupiah tercapai. Jika mendekati akhir bulan orang ini berhasil mendapatkan Rp2.900.000, “termostat keuangan” akan memerintahkan orang ini untuk lebih santai sebab target Rp3.000.000 hampir tercapai. Yak, dan betul, ternyata orang ini berhasil mencapai Rp3.000.000 pada akhir bulan!

Karena “termostat keuangan” orang ini hanya di-set pada angka Rp3.000.000, orang ini sulit sekali mencapai penghasilan Rp30.000.000 tiap bulan. Termostat keuang- an orang ini akan menggerakkannya untuk memikirkan rencana dan strategi bisnis yang dapat membawanya ke angka Rp3.000.000, tetapi bukan ke angka Rp30.000.000.
Keadaan ekonomi yang sedang tidak baik bisa jadi membuat penghasilan orang ini turun menjadi Rp2.000.000. Penurunan ini langsung mengirimkan sinyal ke “termostat keuangan” untuk segera memikirkan strategi baru dan bekerja lebih keras untuk kembali mencapai angka Rp3.000.000, tetapi tetap bukan Rp30.000.000.
Bagaimana caranya agar “termostat keuangan” orang ini bisa naik dari Rp3.000.000 menjadi Rp30.000.000 tiap bulan? Mudah sekali. Bukan dengan bekerja lebih keras, melainkan dengan mengubah termostat keuangannya. Orang ini perlu membuang kebohongan dalam pikiran- nya yang mengatakan “saya tidak mungkin mempunyai penghasilan lebih dari Rp3.000.000 tiap bulan” dan memelihara pola pikir baru yang mengatakan “Tuhan bisa membuat penghasilanku lebih dari Rp3.000.000 tiap bulan. Tuhan bisa membuat penghasilanku Rp30.000.000 atau lebih dari itu.” (Catatan: Saya mengawali dengan “Tuhan” sebab percaya bahwa semua penghasilan yang kita dapatkan berasal dari sang Pencipta).
Jika termostat keuangan Anda sudah dinaikkan ke angka Rp30.000.000, temostat keuangan itu akan memungkinkan dan menggerakkan Anda untuk mencapai angka tersebut. Sebaliknya, seseorang yang menang lotre 1 miliar rupiah namun termostat keuangannya hanya 1 juta rupiah, maka dalam waktu singkat keuangannya bisa turun menjadi 1 juta rupiah.
Mengapa Bill Gates bisa memiliki kekayaan yang fenomenal? Demikian pula Mark si pencipta Facebook bisa menghasilkan media sosial yang pasti ditengok miliaran orang setiap menitnya? Jawabannya, karena mereka memasang tesmostatnya dengan sangat tinggi. Hal itu hanya bisa terjadi ketika Bill Gates dan Mark terlebih dahulu memiliki gambar diri yang positif sebelum melangkah.
Jadi, jangan Anda balik bahwa gambar diri yang baik dari Bill Gates muncul setelah mereka sukses. Sama sekali tidak begitu. Mereka menciptakan lebih dulu gambaran diri yang sehat jauh sebelum meraih ketenaran dan kekayaan seperti sekarang. Gambar diri sukses itulah yang menjadi jalan tol bagi mereka menuju titik kemakmuran.
Suatu ketika Donald Trump pernah marah pada sebuah kantor berita. Pasalnya, salah seorang wartawannya menulis sebuah berita yang mengatakan bahwa ia ada- lah seorang millionaire (USD). Donald Trump segera me- nuntut surat kabar itu dan berkata, “Saya bukan millionaire. Saya billionaire! (USD).”
Donald Trump selalu melihat dirinya sebagai billionaire. Ia memiliki gambar diri positif yang sangat kuat. Trump tidak membiarkan orang lain ataupun kritikan menurunkan rasa percaya dirinya. Terbukti, orang ini sukses luar biasa dan menjadi presiden Amerika Serikat. Walaupun perjalanan bisnisnya penuh gonjang-ganjing dan sem- pat turun, keuangan Trump selalu kembali naik ke level billionaire. Apa rahasianya? Rahasianya, “termostat ke- uangan” Trump sudah di-set di angka billionaire, bukan millionaire.

Sebaliknya, jika “termostat keuangan” seseorang di-set di angka jutawan, sangat susah bagi orang tersebut untuk menjadi miliarder. Mungkin orang ini sangat pintar dan bekerja keras setiap hari. Mungkin keuangannya bisa mencapai Rp50.000.000 atau Rp500.000.000. Namun, akan sangat susah baginya menembus 1 M atau 100 M jika termostat keuangannya tidak dinaikkan menjadi miliarder.


Lalu, adakah power yang mampu meningkatkan termostat keuangan kita ke level yang lebih tinggi? Ada, yaitu dengan memulai dari gambar diri yang sehat.

Menyebut nama Albert Einstein sama artinya mengeja nama orang paling cerdas sedunia. Tahukah Anda bahwa masa kecil si Einstein tidak seindah namanya saat ini?
Einstein lebih sering membolos untuk pelajaran yang tidak disukainya. Dia hanya rajin saat pelajaran matematika dan sains. Selebihnya, dia suka musik dan berlayar.
Ujungnya, pihak sekolah angkat tangan. Einstein dikeluarkan dari sekolah dan diminta mencari tempat belajar lain. Para guru tidak sanggup mendidiknya dan harus memberi tahu ibu Einstein bahwa anaknya terlalu bodoh dan terpaksa dikeluarkan.
“Mengapa saya harus pindah sekolah?” tanya Einstein kepada ibunya.

“Karena sekolah itu tidak mampu dan tidak cocok untuk mendidik anak cerdas sepertimu,” kata ibunya membangun gambar diri positif untuk si Einstein.
Perkataan ibu Einstein sangatlah bijaksana dan menanamkan gambar diri yang sehat pada diri Einstein. Einstein tidak melihat dirinya sebagai orang bodoh, tetapi sebagai orang pintar bahkan sangat pintar hingga harus pindah ke sekolah lain. Saat beranjak dewasa, Einstein terus meroket dan dikenal sebagai fisikawan terbesar abad ke-20. Gambar dirinya yang sehat menggerakkan Einstein untuk menciptakan hal-hal besar. Teori relativitasnya telah mengubah dan memberikan sumbangan besar untuk menjawab misteri alam semesta, melengkapi deretan teori yang disumbangkan ilmuwan lain, seperti Thomas Alva Edison dan Darwin.
Pelajaran penting apa yang Anda peroleh dari sukses Einstein? Ibunya menanamkan gambar diri sehat yang sangat kuat pada diri Einstein. Lantas, gambaran diri itu menarik Einstein menjadi seperti yang dia pikirkan tentang dirinya. Gambar dirinya yang sehat berkata, “Saya adalah Einstein.  Saya  adalah  orang  yang  pintar,  bahkan  sangat pintar hingga harus pindah sekolah.” Pikiran itulah yang benar-benar terjadi dalam kehidupannya.
Bagaimana dengan Anda? Sudahkah gambaran diri yang sehat itu terbentuk dalam kepala Anda? Jika belum, ambil waktu lima menit untuk merancangnya sebelum melanjut- kan membaca buku ini.


Sikap Anda menentukan ketinggian Anda. Namun, apa yang membuat Anda dapat bersikap baik?

Dalam kehidupan bisnis, cara kita bersikap terhadap orang lain menentukan level kesuksesan kita. Kita sering mendengar para ahli bisnis mengatakan “Your attitude will determine your altitude”, yang dalam bahasa Indonesia- nya “Sikap Anda menentukan seberapa tinggi kesukses- an Anda”.
Ya, orang yang ingin berhubungan bisnis dengan orang yang memiliki sikap kurang baik memang jarang. Kita lebih suka berbisnis atau membeli barang dari orang yang bersikap baik, memiliki karakter menyenangkan, dan penuh kasih. Masalahnya, bagaimana cara untuk dapat bersikap baik kepada orang lain?
Mengapa di sekeliling kita ada orang-orang yang me- numpahkan kritik dan kata-kata keras kepada orang lain? Mengapa ada orang yang walaupun niatnya baik, selalu memperlakukan orang lain dengan buruk? Sebenarnya, manusia memperlakukan orang lain sama seperti dia memperlakukan dirinya sendiri.
Orang yang suka mengkritik orang lain adalah orang yang suka mengkritik dirinya sendiri. Orang yang menuntut ekspektasi sangat tinggi hingga tidak realistis terhadap orang lain adalah orang yang juga menuntut ekspektasi “gila” terhadap dirinya sendiri. Orang yang benci kepada orang lain adalah orang yang juga benci kepada kehidupannya sendiri. Kita tidak bisa bersikap baik kepada orang lain jika kita tidak bersikap baik kepada diri kita sendiri. Kita tidak dapat berlaku kasih kepada orang lain jika kita tidak berlaku kasih kepada diri kita sendiri. Kita tidak dapat memberikan kepada orang lain sesuatu yang kita sendiri tidak punya.
Mengapa sebagian orang berbuat jahat dan berperilaku buruk kepada orang lain? Itu karena mereka memiliki gambar diri yang terluka. Mereka melihat dirinya sebagai orang yang gagal, orang yang tidak bisa apa-apa, dan benci pada kehidupannya. Mereka tidak bisa menerima dirinya apa adanya. Akibatnya, mereka sering menghukum dirinya sendiri karena ekspektasi-ekspektasinya yang tidak tercapai. Akhirnya, mereka pun memperlakukan orang lain dengan buruk untuk melampiaskan apa yang ada dalam dirinya.
Banyak orang yang sadar bahwa dirinya bersikap kurang baik, namun tidak tahu harus berbuat apa. Banyak orang yang sadar bahwa dirinya harus berubah, namun susah untuk berubah. Banyak orang yang ingin berniat baik, namun selalu gagal. Mereka tahu bahwa sikapnya sangat menentukan tingkat kesuksesan pekerjaannya. Bersikap baik kepada orang lain sangat susah dilakukan jika kita memiliki gambar diri negatif. Bagaimana mungkin kita dapat memperlakukan orang lain dengan baik jika kita memperlakukan diri sendiri dengan buruk?
Jika selama ini Anda selalu bersikap buruk terhadap orang lain walaupun niat Anda baik, mungkinkah Anda juga memperlakukan diri sendiri dengan buruk? Apakah Anda memandang diri sendiri secara negatif? Jika ya, mari kita sama-sama membuang gambar diri negatif itu dan mulai membangun gambar diri yang positif dan sehat dalam diri kita.
Ingat! Seberapa tinggi kita akan terbang ditentukan oleh sikap kita terhadap orang lain, dan sikap kita terhadap orang lain otomatis akan berubah baik dimulai dari gambar diri yang sehat.

Apa yang ada dalam pikiran kita dapat menjadi nyata dalam pekerjaan sehari-hari
Contohnya, banyak orang Indonesia yang berpikir bahwa orang bule selalu lebih pintar, lebih sukses, dan lebih kaya dari orang Indonesia. Orang Indonesia selalu merasa kalah bersaing, baik karya maupun rupa, dari orang bule, baik bule Amerika maupun Eropa, sehingga dari sini muncul istilah mental inlander.
Akibat penilaian subjektif seperti ini, pekerjaan yang orang Indonesia tekuni sehari-hari sering kali kalah dari orang bule.
Pola pikir yang mengatakan bahwa orang bule lebih pintar dari orang Indonesia membatasi rakyat Indonesia untuk menghasilkan karya yang dapat mengalahkan hasil karya negara bagian barat.
Jika pola pikir ini tidak diubah, seberapa disiplin pun orang tersebut bekerja, akan sangat susah untuk mengalahkan penghasilan orang bule. Padahal, banyak orang Indonesia yang pintar, kreatif, dan tidak kalah dari orang bule. Namun, karena pola pikir yang salah, sampai saat ini sangat sedikit atau hampir tidak ada orang Indonesia yang masuk top 10 orang terkaya dunia.


Jika kita berpikir orang Indonesia tidak bisa mengalahkan penghasilan orang bule, itulah yang akan terjadi dalam hidup kita. Cara untuk membuat penghasilan kita lebih dari orang bule bukanlah dengan bekerja sepuluh kali lipat lebih keras, melainkan dengan membuang kebohongan- kebohongan yang ada dalam pikiran kita.


BAGAIMANA GAMBAR DIRI NEGATIF TERBENTUK?

Sebelum kita melacak bagaimana sebuah gambar diri terbentuk, seperti apakah gambaran diri Anda?
Apakah Anda melihat diri Anda sebagai orang yang dilahirkan untuk gagal, berantakan, di bawah rata-rata, dan tak memiliki kesempatan untuk berhasil dalam hidup ini?

Ingat! Cara Anda memandang diri sendiri sama dengan cara orang lain memandang diri Anda. Mungkin tidak semua orang, namun kebanyakan orang akan memandang Anda sama seperti cara Anda memandang diri Anda sendiri.
Jika Anda selalu memandang diri negatif, orang di sekitar Anda juga akan cenderung melihat Anda sebagai orang yang negatif. Jika Anda memandang diri sebagai seorang yang lemah, begitulah umumnya orang-orang di sekitar Anda memandang diri Anda.
Sangat susah bagi orang lain untuk melihat diri Anda secara positif jika Anda tidak memandang diri Anda demikian. Biasanya, hanya orang-orang tertentu, seperti pelatih, pemimpin, mentor, atau sahabat baik yang dapat melihat masa depan Anda secara optimis di tengah rasa pesimis Anda terhadap diri sendiri.

Dari situ, kita bisa menarik sebuah benang merah yang dapat diurai dengan jelas sehingga terlihat ujung- ujungnya. Ketika seseorang memandang diri kita secara negatif, misalnya dengan lirikan sinis, gaya bicara nyinyir, atau sikap yang mengibas-ngibas supaya kita segera pergi, maka bisa jadi itu karena kita terlebih dulu memandang diri sendiri secara buruk. Maka, kadang-kadang sumber masalahnya memang ada di dalam diri sendiri, bukan karena kedengkian, kesalahan, atau kekurangajaran orang lain.
Mungkin Anda bertanya, “Mengapa saya memandang diri sendiri secara negatif? Dari mana gambar diri negatif itu datang?”
Apakah Anda pernah diperlakukan buruk oleh kedua orangtua Anda? Apakah orangtua Anda jarang memuji Anda saat kecil? Apakah Anda pernah dihajar oleh ayah Anda?
Pernahkah teman-teman satu kelas tidak mengajak Anda ke pesta ulang tahun? Apakah tidak seorang pun yang sudi duduk di samping Anda waktu di sekolah? Pernahkah seseorang menolak dan menghina pendapat Anda ketika Anda memberikan masukan?
Ingat! Jika diizinkan, perlakuan buruk orang-orang sekitar dapat merusak gambar diri kita. Namun, jangan khawatir. Anda tidak sendirian. Ada begitu banyak orang di Bumi ini yang punya penilaian buruk terhadap dirinya sendiri.
Munculnya citra diri tidak terjadi tiba-tiba dan terbentuk begitu saja. Gambar diri telah diproses dan dibentuk saat seseorang baru lahir hingga berusia lima tahun. Pada masa-masa ini, 80% kehidupannya membentuk citra diri seperti pahatan tembikar yang semakin terlihat bentuknya, entah indah atau berantakan. Selanjutnya, pada usia 5–25 tahun, citra diri itu diperkuat lewat berbagai momen perjalanan hidup. Jika pada masa kecil sudah tertanam benih citra diri negatif, benih ini akan bertumbuh, membesar, dan kadang-kadang mengakar kuat ketika seseorang telah mencapai usia 25 tahun ke atas.
Jadi, kembali ke pertanyaan semula. Bagaimana gambar diri itu dibentuk? Proses gambar diri terbentuk secara perlahan seperti kecambah yang dimulai saat kita masih kecil. Pembentuk gambaran diri minimal tiga sumber, yaitu:


Orangtua

Orangtua berperan paling besar dalam membentuk gambar diri seseorang. Merekalah yang paling banyak berinteraksi dengan diri kita dalam masa-masa pem- bentukan kepribadian. Ingat! Sebanyak 80% gambar diri seseorang dibentuk pada usia 0–5 tahun. Jika seorang anak pada usia tersebut sering menerima kritikan, kurang kasih sayang, kurang pujian, dimarahi secara berlebihan, dibanding-bandingkan dengan kakak adiknya, dan merasa tertolak, gambar diri anak tersebut bisa terluka. Sekali saja mereka memberikan label diri negatif pada seorang anak, maka anak tersebut akan menyerapnya dan membawa gambar diri itu hingga dewasa, baik secara sadar maupun tidak sadar.

Perkataan-perkataan negatif dari orangtua sangatlah memengaruhi gambar diri seorang anak. Contoh perkataan negatif yang sering diucapkan orangtua adalah:
“Kamu sangat bodoh. Anak sial!”

“Kamu nakal sekali. Kalau sudah besar kamu pasti gagal.” “Kenapa kamu tidak pintar seperti adikmu?”

“Nilai kamu paling buruk di sekolah. Bikin orangtua malu saja!”

“Memang dasar anak tidak tahu diri!” “Bodoh banget, matematika saja tidak bisa!”

“Papa Mama tidak mau urusan lagi sama kamu. Kamu nakal!”

“Di antara semua anak Papa, kakakmu yang paling gan- teng dan kamu paling jelek.”

Jika pada usia pertumbuhan anak menerima perkataan- perkataan pedas seperti di atas, gambar dirinya bisa rusak. Dia akan merasa tertolak, minder, dan kurang percaya diri. Walaupun terdengar sepele, perkataan negatif dapat memengaruhi karier pekerjaannya saat beranjak dewasa.
Jika Anda pernah menerima perkataan itu dan merasa memiliki gambar diri negatif, jangan khawatir! Gambar diri negatif bisa diubah. Ada solusi untuk menyembuhkannya di akhir bab ini.


Pergaulan

Seseorang yang sering di-bully dalam pergaulan dapat membentuk gambar diri negatif.
Bullying ada banyak ragam, mulai dari tekanan ujaran hingga perundungan fisik. Seseorang yang selalu me- nerima perlakuan berbentuk kebencian lama-lama akan mengendapkan ujaran negatif itu dalam pikirannya.
Ketika seorang anak hidup dalam ejekan, hinaan, menjadi korban gosip, disisihkan, dilecehkan karena kekurangan fisiknya, dipermalukan di depan umum hingga mengalami ketakutan akut, dan hilang percaya diri, bisa dibayangkan gambaran diri seperti apa yang akan dibuatnya.
“Aku memang jelek.”

“Aku memang pantas dihina.” “Aku tidak punya bakat.”
“Aku memang suka disuruh-suruh.”

Lama-kelamaan hinaan itu akan diterimanya sebagai kebenaran. Semua hal buruk yang dia terima dianggapnya sebagai kewajaran. Kesalahan orang lain dia terima sebagai akibat kekurangan dirinya. Dia pun tumbuh menjadi dewasa namun rapuh dan memiliki konsep diri negatif.

Kegagalan Masa Lalu Mengikat Masa Depan Kita

Para pengusaha sirkus sudah lama tahu rahasia mem- buat gajah agar tetap jinak dan mudah dikendalikan, yaitu dengan mengikat kakinya dengan seutas tali sejak mereka berusia beberapa bulan dan masih lemah. Bagi gajah dewasa, seutas tali sebenarnya tidak dapat menahan kekuatan fisiknya. Hanya dengan sekali langkah, tali akan terputus. Bahkan, pohon tempat tali itu diikatkan juga akan tercabut. Karenanya, para pelatih gajah mulai mengikat kaki gajah sejak mereka masih kecil, kanak-kanak, dan lemah. Pada waktu itu, apabila mereka berusaha mendobrak tali, mereka justru akan kesakitan. Mengapa? Karena tenaganya masih kurang kuat untuk menjebol tali pengikatnya.

Tali pengikat itu lama-lama akan membentuk gambar diri gajah berupa “saya adalah seekor gajah yang selamanya  tidak bisa melepaskan tali ini”. Pengalaman kakinya diikat akan membentuk pola pikir bahwa dia tidak bisa mela- wan tali itu sehingga sekeras apa pun mencoba, yang terlintas di pikirannya hanyalah rasa sakit.
Kelak ketika gajah ini tumbuh dewasa, berbadan raksasa, dan memiliki gading yang runcing, gambar diri seperti itu akan tetap ada dan melekat dalam pikirannya. Akibatnya, dia tetap tidak mau susah-susah mendobrak tali yang mengikat kakinya meskipun sudah memiliki kekuatan yang cukup besar untuk memutus ratusan tali sekaligus dalam satu sentakan.
Kegagalan kita di masa lalu dapat mengikat kita seperti seutas tali yang mengikat si gajah.
Seorang lulusan SMK mesin akhirnya menghapus rencananya untuk membuka bengkel bubut besi karena beberapa kali ditipu pelanggan. Aku tidak cocok buka bisnis, katanya.
Seorang anak muda berhenti melamar pekerjaan karena lima kali mendaftar di perusahaan, tak satu pun yang membalas.
Itulah gambaran diri yang terbentuk dari beberapa kegagalan masa lalu. Pengalaman buruk itu seperti tali kekang yang mengikat kaki-kaki gajah. Mereka gagal sekali dua kali dan menganggap bahwa kali ketiga pasti juga akan gagal.
Anda dapat belajar percaya diri dan membangun gambaran diri yang lebih positif dari sosok Jack Ma. Pendiri dan CEO Alibaba Group ini pun sama seperti Anda, pernah gagal dan berkali-kali ditolak.
“Lulus kuliah apa yang saya lakukan? Melamar pekerjaan. Nyatanya, 30 lamaran saya ditolak semua. Saya pun mencoba melamar ke kantor polisi. Penolakan pun saya terima. Mereka bilang saya tidak mungkin sanggup,” tutur Jack Ma. Lebih menyedihkan lagi saat dia melamar di restoran KFC. Dari 24 pelamar, 23 orang lolos. “Cuma saya yang ditolak!” kenang Jack Ma.
Gagal bekerja pada orang lain membuat Jack Ma malah memilih untuk membuka bisnis sendiri. Menjadi karyawan untuk sesuatu yang dia kelola tidak menjadikan segalanya mulus dan lancar. Tahun 1998 dia mulai merintis bisnisnya dan banyak orang menolak untuk berpartner. Selama tiga tahun berikutnya dia bahkan hanya membuang-buang uang karena tidak ada keuntungan yang diraih.
Walaupun banyak penolakan dan kegagalan, Jack Ma tetap melihat dirinya sebagai orang yang akan berhasil. Tali pengikat, yaitu kegagalan masa lalu, tidak menghentikan- nya untuk terus berkarya. Dia pun menciptakan banyak inovasi untuk situs online Alibaba miliknya. Dia mem- buat sistem pembayaran bernama AliPay yang saat kemunculannya menjadi bahan tertawaan banyak orang. Kini ada 800 juta akun pemakai sistem itu. Jack Ma pun men-jadi role model bagi jutaan pelaku bisnis online sejagat.
Jika dibiarkan, kesalahan masa lalu juga bisa berdampak negatif terhadap pembentukan gambar diri. Jangan izinkan kegagalan masa lalu memenjara pekerjaan kita. Jangan biarkan penolakan di belakang menentukan masa depan kita. Mungkin waktu itu kita masih lemah. Mungkin waktu itu kita masih belum berpengalaman. Mungkin Anda seperti gajah kecil yang pernah gagal dan kesakitan untuk memutus seutas tali. Namun, sesungguhnya Anda yang sekarang berbeda dengan Anda di masa lalu. Seperti gajah yang sudah beranjak dewasa dan sangat kuat, Anda mampu memutus ratusan tali tersebut dalam sekali hempas.
Kalau pernah melakukan kesalahan di masa lalu, marilah belajar melupakannya lantas berfokus ke masa depan. Jangan sekali-kali menganggap diri gagal dan tidak berguna hanya karena pernah gagal berbisnis, bangkrut, dikejar-kejar penarik utang, bahkan masuk penjara.

Sadarilah, tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan, kegagalan, ataupun penolakan. Saatnya untuk Move On dan berlari menuju impian Anda.


7 CARA MEMBENTUK GAMBAR DIRI YANG SEHAT

Kita sudah membahas asal muasal terbentuknya gambar diri baik yang positif maupun negatif. Lantas, adakah cara untuk membentuk gambar diri yang lebih positif?
Membentuk gambar diri positif itu penting. Abaikanlah gambar diri negatif, karena sekuat dan sekeras apa pun seseorang bekerja, hasilnya tak akan pernah melebihi batasan gambar diri negatif.
Gambar diri positif memiliki tiga fondasi, yaitu kinerja, penampilan, dan seberapa penting diri orang tersebut. Jika seseorang merasa dirinya tidak dapat bekerja atau berbisnis dengan baik, perasaan itu akan mengurangi gambar diri positif orang itu. Jika seseorang merasa jelek atau tidak berpenampilan menarik, gambar dirinya akan terluka. Jika seseorang merasa bahwa dirinya tidak dibutuhkan dan tidak penting, gambar diri orang tersebut juga akan terluka.
Ketiga fondasi di atas bisa diibaratkan fondasi atau pilar penyangga sebuah meja. Maksudnya? Ketiga fondasi itu harus sama kuat, sama tinggi, sama sempurna, dan harus dalam performa terbaik, kecuali kalau Anda merasa baik-baik saja menaruh secangkir kopi di atas meja yang miring.
Kalau Anda mengetahui bahwa salah satu atau beberapa kaki meja ternyata miring sejak awal, Anda pasti akan lebih mudah mengoreksi ketinggian dan kualitas kaki-kaki itu agar seluruhnya kokoh.
Oleh sebab itu, untuk memiliki gambar diri positif yang sehat dan kuat, kita perlu menguatkan ketiga fondasi ini. Setidaknya, ada tujuh langkah yang bisa kita lakukan untuk mengubah total gambar diri.

1. Sadari bahwa diri Anda adalah mahakarya Tuhan yang amat sangat mahal

Jika saya membuat sebuah lukisan dan melelangnya di pasar lelang, pasti tidak akan laku. Jika terjual pun, harganya akan sangat murah. Mengapa? Sebab saya bukan pelukis dan tidak berbakat melukis. Berbeda jika lukisan itu digambar oleh seorang pelukis ternama.
Dulu di kota Florence, Italia, Leonardo da Vinci melukis gambar wajah wanita yang dikenal dengan nama Mona Lisa. Apakah lukisan ini bagus? Ada yang bilang lukisan itu tampak biasa, kurang spesial, dan bahkan menurut Dan Brown pengarang The Da Vinci Code, Mona Lisa sebenarnya laki-laki yang disamarkan.

Tapi apa pun respons orang amatiran seperti itu, menurut sejarah, lukisan Mona Lisa termasuk lukisan termahal di dunia. Tahun 1962 saja lukisan ini dinilai dengan harga USD100 juta. Sekarang? Pasti lebih mahal lagi.
Harganya sangat fantastis, bukan? Padahal lukisan
Mona Lisa dirancang oleh manusia abad pertengahan.

Banyak orang merasa dirinya jelek dan tidak berharga. Namun, apakah Anda sadar siapa yang menciptakan diri Anda? Yang menciptakan kita adalah Tuhan! Jadi, kalau lukisan karya Leonardo da Vinci saja bisa bernilai miliaran rupiah, apalagi ciptaan Tuhan. Manusia yang diciptakan Tuhan bisa bernilai tak terhingga. Mengapa? Sebab ciptaan Tuhan pasti indah, luar biasa, dan sangat mahal. Ya, harga kita sebenarnya tidak bisa dinilai dengan uang.
Jadi, langkah pertama untuk membangun gambar diri positif adalah dengan melihat diri sendiri seperti cara Tuhan memandang kita. Bagaimana Tuhan memandang kita? Tuhan memandang kita sebagai ciptaan yang unik, tak ada duanya, berpenampilan menarik, cantik rupawan, ganteng, baik hati, dapat dipercaya, dan bisa bekerja dengan baik. Kita juga perlu melihat diri kita sebagai orang yang berbakat, dikaruniai berbagai macam keterampilan seperti bermain piano dan melatih hewan peliharaan, dan diberi bermacam-macam kemampuan untuk beraktivitas. Oleh karena itu, kita semua adalah orang-orang spesial.


2. Buang semua kebohongan yang ada dalam pikiran kita dan ganti dengan kebenaran

Langkah kedua untuk membuat gambar diri semakin positif adalah dengan membuang kebohongan jauh- jauh. Bagaimana caranya? Kuncinya sederhana. Anda perlu sadar bahwa pikiran yang mengatakan bahwa Anda jelek, buruk rupa, tidak berbakat, terlahir untuk gagal (born to lose), tak dapat dipercaya, tidak dibutuhkan, dan ditolak masyarakat adalah sebuah kebohongan.
Membuang kebohongan dalam pikiran kita sama halnya dengan mengusir tikus-tikus dari rumah. Bagaimana cara mengusir tikus? Anda harus menemukan tikus-tikus tersebut, menyinarinya dengan lampu penerang, dan menembaknya dengan senapan. Setelah bebas dari tikus, rumah Anda akan terasa lebih nyaman untuk ditinggali.

Begitu juga dengan membentuk gambar diri yang sehat dan kuat. Anda perlu menemukan semua kebohongan yang selama ini Anda percayai, kemudian sinari dengan kebenaran, dan pastikan kebohongan itu pergi selama-lamanya dari pikiran Anda. Buang semua kebohongan dalam pikiran kita dan ganti dengan pola pikir yang baru.



Dari pengalaman dan pengamatan saya, bagian yang tersusah bukanlah mengusir kebohongan, melainkan menemukan dan menyadari kebohongan yang ada dalam pikiran kita. Sama halnya dengan mengusir tikus, yang paling susah adalah menemukannya. Jika Anda berhasil menemukan dan menyorotnya dengan lampu, tanpa diusir dan ditembak pun tikus-tikus itu akan lari ketakutan. Jika Anda berhasil menemukan dan menyadari kebohongan yang ada dalam pikiran Anda, membuang kebohongan akan jauh lebih mudah.
Berikut sepuluh contoh kebohongan yang sering ada dalam pikiran seseorang yang memiliki gambar diri negatif. Temukan dan gantilah kebohongan itu dengan kebenaran!




Kebohongan vs Kebenaran
(-) = kebohongan/pola pikir salah (+) = kebenaran/pola pikir baru

- Saya jelek.
+ Saya adalah karya masterpiece Tuhan yang
sangat mahal dan cantik/tampan.
- Saya benci pada diri saya sendiri.
+ Saya menerima diri saya apa adanya dengan segala kelemahan dan kekurangan yang saya miliki. I love my life!
- Saya harus dapat diterima semua orang.
+ Tidak masalah apabila tidak semua orang mene- rima saya. Saya tidak mengizinkan penolakan dan komentar negatif orang lain membuat saya menolak diri saya sendiri. Saya akan selalu positive thinking terhadap diri saya. Saya selalu menerima dan mencintai diri saya dengan segala kelemahan dan kekurangan saya.
- Saya minder bila bertemu orang yang lebih ber- hasil, lebih sukses, atau lebih kaya dari diri saya.
+ Saya antusias untuk bertemu dan belajar dari orang-orang yang jauh lebih berhasil dari saya. Saya percaya diri dan tidak minder saat bertemu orang yang jauh lebih sukses dari saya.
- Saya orang yang menderita karena tidak punya banyak uang.

+ Saya orang yang bahagia. Saya memilih untuk terus berbahagia. Saya tidak membiarkan ting- kat kebahagiaan saya ditentukan oleh tingkat keuangan saya.
- Sukses mendatangkan kebahagiaan.
+ Kebahagiaan mendatangkan kesuksesan. Se- mentara khawatir, stres, dan mengasihani diri sendiri tidak menambahkan seribu perak pun dalam hidup kita.
- Saya akan suka dengan diri saya apabila saya sudah sangat sukses dan memiliki banyak uang.
+ Saya suka diri saya apa adanya sekalipun perjalanan menuju kesuksesan masih panjang. Rasa percaya dan kebahagiaan saya tidak bergantung pada faktor eksternal, tetapi internal.
- Saya orang yang gagal.
+ Tuhan menciptakan saya untuk berhasil. Saya hidup bukan untuk gagal. Saya dilahirkan sebagai pemenang. Saya orang yang pasti bisa berhasil!
- Saya tidak berbakat.
+ Tuhan memberikan bakat spesial untuk setiap orang. Saya memiliki talenta khusus yang tidak dimiliki orang lain. Saya akan mengembangkan dan menggunakan bakat spesial ini untuk me- nolong orang lain. Saya adalah orang yang sangat spesial.


- Saya tidak mungkin menjadi miliuner.
+ Saya bisa menjadi millionaire atau billionaire. Saya tidak membatasi diri dengan angka tertentu. Tuhan dapat melakukan apa saja, termasuk men- jadikan saya miliuner. I’m a successful person!


Setelah bersih dari kebohongan, isi kembali otak kita dengan cara pikir dan perspektif baru, seperti saya ini orang yang berbakat, cantik,  ganteng,  penting,  unik,  serta dapat dipercaya. Agar cara pikir ini lebih mudah diingat, Anda bisa melanjutkannya dengan menulis daftar kelebihan yang Anda miliki, mulai dari yang sederhana sampai yang besar.
Anda mungkin bisa juga menulis, aku memiliki tubuh yang sehat, dikaruniai bakat seabrek,  lincah  mengelola uang, bisa on-time delivery atas sebuah proyek, dan seterusnya. Kalau tak sempat menuliskan segala kelebihan itu, Anda bisa menggunakan cara lain, misalnya mengingat satu kelebihan setiap hari. Apa- bila dilakukan secara rutin, saya percaya aktivitas ini akan membentuk ulang self-image Anda menjadi positif. Setiap pagi, ingat-ingat terus kelebihan Anda. Cara ini akan sangat membantu mengubah cara pandang Anda terhadap diri sendiri.
Kita lihat ilustrasi lain. Wilma Glodean Rudolph tak menyangka dinobatkan sebagai pelari tercepat pada tahun 1960. Saat itu, Wilma berhasil menyabet tiga medali emas pada pertandingan Olimpiade Musim

Panas di Roma. Kalau saja Wilma sudah giat berlatih sejak kanak-kanaknya, kita tentu akan memaklumi prestasi ini. Tapi, Wilma tidak seberuntung kita.
Wilma lahir prematur dengan berat hanya dua kilogram dan terserang penyakit infantile paralysis yang dipicu serangan virus polio. Walaupun pada akhirnya selamat dari serangan virus mematikan itu, anak ke-20 dari 21 bersaudara ini harus menerima kenyataan menyakitkan sepanjang hidupnya, kaki kirinya sedikit bengkok. Ia pun harus menjalani terapi untuk meluruskannya di Nashville. Demi terapinya itu, selama tiga tahun Wilma harus rela menopang tubuhnya dengan alat penguat kaki. Ternyata penderitaannya belum mau beranjak jauh. Di usia menjelang remaja, tepatnya pada usia 12 tahun, segudang penyakit menyerbu dirinya.
Pada akhirnya, anak prematur ini selamat dari serangan semua penyakit mematikan itu dan berhasil menjadi atlet top dan pencetak rekor. Bukan hanya untuk satu cabang olahraga, melainkan beberapa cabang sekaligus mulai dari basket hingga atletik.
Terus terang saya sangat kagum dengan orang- orang seperti ini. Bagaimana tidak, orang yang lahir serba tidak ideal dan diramal memiliki masa depan menyedihkan, ternyata berubah menjadi tokoh yang berprestasi di dunia olahraga.

Tidak peduli seberapa rusak gambar diri Anda, gambar diri Anda bisa berubah! Mari bersama-sama buang semua kebohongan di pikiran kita dan ganti dengan kebenaran yang sesungguhnya.


3. Ingatkan diri Anda satu hal baik setiap hari

Hal buruk apa yang Anda ingat saat bangun tidur? Pagi hari kita sering kali dimulai dengan mengingat kegagalan kita kemarin. Anda yang gagal memenuhi tugas kantor. Anda yang sial karena kehilangan kesempatan memperoleh proyek. Anda yang gagap saat presentasi. Atau, kalau Anda seorang mahasiswa, bisa jadi Anda malas berangkat ke kampus karena yakin bahwa Anda tidak akan mampu menangkap pelajaran karena berpikir tidak cukup pintar untuk mencernanya.
Sebagai bahan evaluasi, nilailah apa saja gambar diri negatif yang selama ini ada dalam diri dan pikiran Anda, baik itu kondisi fisik Anda, skill Anda, maupun kemampuan sosialisasi Anda. Apakah Anda minder, pemalu, tidak berani mengungkapkan pendapat di depan banyak orang? Kemudian, cobalah bongkar

semua itu dan gantikan dengan sesuatu yang lebih positif tentang diri Anda. Evaluasi ini penting karena pada dasarnya, siapa pun, termasuk saya dan Anda, memiliki kebaikan.
Kebaikan setiap orang berbeda-beda sehingga apa yang saya ingat setiap pagi mungkin tidak sama persis dengan apa yang Anda ingat.
Pertama, Anda bisa mengingat keahlian, bakat, dan talenta terbaik di bidang apa saja yang selama ini Anda punya, sekecil apa pun itu. Misalnya, Anda selalu dimintai tolong oleh pimpinan di kantor karena menurut penilaiannya, desain power point yang Anda buat selalu bagus. Anda juga sering dipuji pandai memasak. Demikian pula di dalam komunitas, Anda sering disebut sebagai seorang motivator karena mampu mendorong teman-teman Anda untuk terus berprestasi. Ternyata Anda berbakat dalam banyak hal meskipun bukan merupakan sesuatu yang fantastis. Anda menyadari itu.
Kedua, ingat baik-baik bagaimana dulu Anda mendapatkan pekerjaan, proyek, tugas, atau hal lain yang membuat Anda sangat bersukacita. Demikian pula kemenangan-kemenangan besar dan kecil yang pernah Anda raih. Anda pernah dipercaya membuat website sebuah lembaga sosial. Anda pun pernah meraih medali perak untuk lari maraton. Ingat juga bagaimana Anda senang mendapat klien pertama sebagai penyelenggara wedding organizer. Anda juga pernah dipercaya menjadi koordinator gerakan perpustakaan keliling di kota Anda. Syukuri hal-hal hebat itu.
Perasaan sukacita ini bisa menolong Anda untuk tetap exciting saat mendapatkan tugas yang mungkin sudah ratusan kali Anda kerjakan. Ingatlah kembali bagaimana rasanya senang, takjub, dan meluap-luap karena berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan imbalan uang atau hadiah lainnya. Satu kegagalan sering kali membuat kita lupa dengan banyaknya keberhasilan yang sudah kita capai. Oleh sebab itu, selalu ingatkan diri atas keberhasilan-keberhasilan besar dan kecil yang pernah dicapai, khususnya bila sedang menghadapi tantangan besar.
Ketiga, ingat dengan lebih detail bagaimana perasaan Anda saat klien merasa puas, juga saat orang-orang yang pernah kita tolong tersenyum lebar, atas hasil kerja Anda. Anda akan lebih berenergi, lebih ber- pengalaman, lebih bisa dipercaya untuk tugas baru yang lebih berat, dan sebagainya. Ingatan itu akan membakar Anda sehingga membuat Anda semakin termotivasi. Energi yang besar pada akhirnya akan mendukung kesejahteraan tanpa batas, dan secara otomatis akan membentuk self-image positif.
Jadi, sudah tahu apa saja yang sebaiknya Anda ingat setiap pagi? Ya, hal baik dari diri Anda.


4. Tidak ada orang yang sempurna, jangan biarkan kelemahan Anda membuat diri Anda negatif!

Saya harus sempurna. Membuat presentasi harus yang terbaik dan dipuji audiensi karena lengkap, detail, dan desainnya memukau. Saya pun ingin memiliki kafe dengan menu yang membuat orang ingin datang lagi. Kafe yang selalu dipadati saat sore hari dan malam hari dengan kopi terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagai penyanyi, saya hanya mau tampil di acara level nasional bersanding dengan para diva sebab saya yakin saya bagus. Dan, sebagai seorang vlogger, saya harus mempunyai seratus ribu subscriber dalam tempo sebulan sebab saya yakin video-video yang saya upload di YouTube sangat keren.
Apakah semua hal sempurna itu selalu dapat kita peroleh? Ada yang kita peroleh dan ada yang luput. Sisi negatifnya apa? Banyak perfeksionis sering kali tidak dapat menerima kelemahan dirinya sehingga dia menjadi negatif. Ternyata, saya tidak berguna. Saya tidak berbakat. Saya jelek. Saya lemah.
Oleh karena itu, langkah lanjutan untuk membuat kita selalu memiliki gambar diri positif adalah bahwa kita perlu sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna.
Marilah kita menerima kelemahan-kelemahan diri kita sehingga tidak sampai berubah menjadi bibit negatif. Memiliki kelemahan adalah hal wajar. Jadi, kita harus bisa menerima diri apa adanya.
Dari sini muncul istilah accept ourself unconditionally atau menerima diri sendiri tanpa syarat. Masalah- nya, kita sering menolak diri sendiri sehingga sulit memiliki self-image positif. Terima kelemahan kita apa adanya dan jika di masa lalu pernah melakukan aneka rupa kesalahan, kita juga harus bisa mengampuni diri sendiri. Ingat pembahasan sebelumnya? Jangan sampai kegagalan masa lalu menghambat masa depan Anda.

5. Belajar menyukai hidup kita

Rasto sudah sepuluh tahun bekerja sebagai karyawan dan membenci kantornya. Dia merasa dipecun- dangi oleh perusahaan. Gajinya naik tidak sebanyak karyawan lain. Teman-teman seangkatannya sudah menjadi manajer sementara dia masih sebatas junior supervisor. Dia juga mengeluhkan timnya yang tidak kompak. Dia benci semuanya. Kasak-kusuk setiap hari. Lebih sering datang telat dan pulang sebelum waktunya. Rasto juga membenci jalanan yang macet dari rumahnya sampai kantor. Dia membenci hidupnya yang belum makmur. Itulah fenomena negatif, banyak orang benci dengan hidupnya sendiri.

Seperti Anda memandang donat, Anda berfokus pada lubangnya, bukan pada lelehan cokelat dan taburan almond gurih pada rotinya. Wah, saya nggak punya ini, saya selalu kalah dari tetangga, saya selalu tertinggal dari pelaku bisnis yang sama.
Pada saat Anda membenci hidup Anda, bisa jadi ada orang yang memimpikan kehidupan seperti yang Anda miliki. Anda saja yang tidak menyadarinya. Wah,  saya  ingin  seperti   Anda,   loh   Pak.   Bisa   bekerja di pemerintahan, tunjangan full,  tiap  hari  raya  mem-  peroleh THR,  mendapat  kesempatan  mengikuti  pen- didikan di Jerman, dan lainnya. Atau, rekan bisnis Anda berkata hal serupa. Bu, saya iri dengan Ibu. Tiap kali mau membuka usaha selalu  mendapat  dukungan  penuh dari pasangan. Modal juga selalu disiapkan oleh suami, punya kebebasan bergabung dengan komunitas pengusaha ini dan itu.
Itulah yang terjadi. Rumput Anda sudah hijau dan subur. Tak perlu membenci halaman rumah sendiri dan membandingkan dengan rumput tetangga. Cintai hidup Anda. Nikmati keseharian Anda sebagai sebuah rahmat yang akan indah pada waktunya. Kalau orang lain menginginkan kehidupan yang Anda alami, Anda pun tentu bisa menikmatinya dengan penuh kesenangan.


6. Lupakan kesalahan di masa lalu dan berfokuslah memandang ke depan

Ana pernah terjerat utang untuk menutupi bang- krutnya usaha tour and travel yang dimilikinya. Kehilangan rumah, mobil, sertifikat tanah, dan ujung-ujungnya bisnis itu sendiri. Dia tidak mampu menyelamatkan usahanya. Terpaksa dia menjualnya kepada rekannya dengan nilai yang sangat rendah.
Santi memiliki nasib yang lebih buruk. Dia ditipu partner kerjanya sehingga harus menanggung utang satu miliar yang bahkan dia sendiri tidak menikmati- nya. Setiap waktu dia harus berpindah-pindah kota untuk menghindari kejaran debt collector.
Apa yang kemudian terjadi pada Ana? Dia tidak mampu mengampuni dirinya yang mengalami ke- gagalan berkali-kali. Dia menggambarkan dirinya sebagai orang yang tidak berbakat dalam bisnis. Saya ini apa? Memimpin lima karyawan saja tidak becus. Membuat paket tur ke Bangkok saja tidak pernah untung, malah selalu buntung. Menagih piutang saja masih kalah galak dibandingkan dengan si pengutang.
Beruntung, hal demikian tidak terjadi pada sosok Santi. Dia memang pernah terjatuh ke dasar kehidupan yang sangat sengsara. Dia memang pernah hidup sangat susah, anak-anaknya putus sekolah selama dua tahun karena tidak ada biaya pendidikan. Namun, dia tetap optimis. Dia masih memandang dirinya dengan gambaran yang positif. Kegagalan masa lalu bukan ukuran untuk masa depan. Tidak ada hal baru apa pun di masa lalu. Sebaliknya, selalu ada harapan baik yang menghampiri kita asalkan kita berfokus untuk mengarahkan diri ke depan. Santi berfokus untuk membuat prestasi. Menata hidupnya dengan planning yang konkret.
Bagaimana dengan Anda? Apakah sebelum mem- baca buku ini Anda masih terikat oleh kegagalan dan kesalahan masa lalu? Apakah hidup Ana yang terus meratapi nasib akan Anda contoh? Atau, Anda ingin memperoleh kehidupan yang lebih terang seperti Santi yang selalu optimis, berfokus pada masa depan, dan melupakan masa lalu? Cara untuk melupakan masa lalu adalah dengan berlari mengejar visi hidup yang ada di depan kita. Pilihlah untuk selalu menghadap ke depan.


7. Jangan takut berkata positif kepada diri sendiri

Anda hebat lho, Bung. Belum lulus kuliah sudah punya bisnis rental mobil.
Ah, itu kebetulan saja. Saya bukan apa-apa. Saya cuma kuli yang meneruskan usaha kakak saya.

Selamat ya, Rika. Kamu semakin langsing dan wajah- mu putih mulus.
Ah, bisa aja. Mungkin karena bajunya, nih. Juga lampu yang bikin wajah saya kelihatan lebih cerah.
Mengapa sulit untuk mengakui di depan orang lain bahwa kita sudah berhasil, kita sekarang langsing dan lebih cantik, kita berprestasi, dan kita menarik?
Rendah hati itu sikap yang oke. Orang yang tidak bisa menerima pujian bukanlah tanda rendah hati. Membantah sebuah pujian tulus dengan gambar diri yang buruk adalah kesalahan. Banyak dari kita yang selalu mengelak saat dipuji. Apakah ini baik? Tentu tidak. Terimalah pujian dengan rasa syukur. Mengelak sama artinya membantah gambaran diri sehat yang dilihat orang lain dari diri Anda.
Evaluasilah, saat Anda dipuji, respons apa yang Anda ucapkan? Apakah Anda memburukkan diri dengan berkata, “Ah, nggak kok. Saya orang biasa- biasa saja?” Atau, malah lebih membodohkan diri dengan menjawab, “Saya cuma orang bodoh.” Lupakanlah kalimat-kalimat negatif itu. Anda tetap bisa memperlihatkan kerendahan hati tanpa perlu berbicara buruk tentang diri Anda. Ucapkan saja terima kasih. Atau, lanjutkan dengan mengatakan bahwa Anda bisa berada dalam level terbaik ini karena banyak orang telah membantu Anda. Mudah, bukan?

Masih ada cara berikut untuk membentuk gambar diri positif. Gunakan mulut Anda untuk mengatakan hal- hal positif tentang diri Anda. Mulailah menyiapkan kata-kata yang mencerminkan gambaran diri yang sehat saat berkenalan nanti agar Anda tampil percaya diri.
Kesuksesan berkaitan erat dengan omongan atau ucapan yang keluar dari mulut Anda. Jadi, berhentilah mengatakan yang buruk dan aneh tentang diri kita dan ucapkanlah hal-hal positif. Mengapa? Perkataan berhubungan dengan kesuksesan. Oleh karena itu, mulai sekarang berhentilah melontarkan kalimat negatif, misalnya hindari mengatakan, “Wah, saya tidak mungkin berhasil….” Kalimat ini perlu diganti dengan kata-kata yang lebih positif dan untuk lebih baiknya lagi, ucapkan di saat bangun pagi, misalnya, “Hari ini bisnisnya pasti deal. Semangat!”
Selalu katakan, “Saya orang yang sukses. Saya orang penting dan success is my right.” Ucapkanlah hal-hal positif yang berkaitan dengan hak memiliki masa depan yang luar biasa, indah, dan penuh optimisme. Dengan mempertahankan perkataan positif, kita akan mengubah cara pandang terhadap diri sendiri.

Kunci Kesuksesan #2: Fokus

THE POWER OF FOCUS

Reno memang kreatif dan serbabisa. Dia jago memain- kan saksofon, piano, drum, dan gitar. Vokalnya juga memadai. Pantaslah bila setiap kali ada pentas di kam- pusnya, orang selalu menantikan kemunculannya. Reno bahkan punya toko alat musik dekat kampusnya, tak jauh dari stasiun radio tempat dia siaran rutin dari hari Senin sampai hari Sabtu.
Belakangan, Reno semakin banyak menerima undangan naik panggung sebagai penyanyi. Jadwalnya sebagai penyiar radio pun terbengkalai. Dia sudah dua kali menerima surat peringatan dari manajernya. Demikian pula dengan toko alat musik yang baru dirintisnya. Awalnya masih rutin buka dari pukul 10.00-21.00, namun lama- lama lebih sering tutup karena tidak ada yang menjaga.
Sudah lima tahun berjalan Reno masih seperti itu. Kemampuan bermusiknya stagnan, toko musik tutup, dan dia tak lagi dipakai di stasiun radio karena kontraknya diputus.
Berapa banyak orang bertalenta yang akhirnya tidak punya nama? Gagal mencapai visi dan tenggelam tanpa kesuksesan berarti? Tentu banyak. Bahkan tanpa disadari, bisa jadi kita ada di deretan kelompok ini.
Di lain pihak, ada juga orang bertalenta yang prestasinya terus meroket, sebut saja misalnya Michael Jordan, Bill


Gates, Warren Buffett, dan di Indonesia kita kenal Chris John. Apa kunci kesuksesan deretan orang top ini?
Sampai hari ini, Michael Jordan tetap dikenal sebagai pemain basket paling sensasional dan inspiratif. Bahkan, karena popularitasnya, namanya diabadikan sebagai salah satu lini merek sepatu buatan Nike, yaitu Air Jordan.
Mengapa Michael Jordan bisa sukses dengan gemilang di bidang olahraga basket? Karena fokus perhatiannya tertuju pada olahraga lempar bola ini.
Anda pasti kenal Michael Jordan. Sosok tinggi besar berkepala botak ini sudah sangat mendunia. Namun, ketika mengawali karier sebagai seorang atlet, Michael Jordan ternyata juga memiliki kecenderungan yang sama persis dengan kita, yaitu ingin menguasai banyak keahlian sekaligus.
Salah satu bidang olahraga lain yang ingin dikuasai atlet basket terbaik versi ESPN ini adalah golf. Ternyata, Michael Jordan tidak hanya sekadar iseng ingin menjadi atlet golf jempolan. Dia justru memendam keinginan yang sangat serius. Bahkan sewaktu menikah, venue resepsi pesta pernikahannya diselenggarakan di salah satu tempat latihan golf.
Namun, sejarah harus membuktikan berulang kali bahwa memiliki kemauan keras dan usaha serius saja kadang tidak cukup untuk berhasil mencapai tujuan. Lantas, apa kunci sukses Michael Jordan? FOKUS! Dia hanya memiliki satu track olahraga meski mampu dan berprestasi di banyak cabang olahraga. Dia hanya mengambil satu dan hanya satu yang dia tekuni dengan sangat profesional, yakni basket.

Orang-orang sukses adalah mereka yang membidik hanya satu visi dalam kehidupannya. Suatu ketika Bill Gates dan Warren Buffett diberi pertanyaan, hal apa yang paling bisa mendeskripsikannya. Ternyata jawaban kedua orang terkaya dunia ini sama, yaitu fokus.
Dari jawaban ini dapat kita simpulkan bahwa kalau ingin berhasil, dibutuhkan fokus.


Saya pernah bertemu seorang petinju nasional asal Banjarnegara dan sekarang tinggal di Kota Semarang. Siapa dia? Yohannes Christian John, atau lebih dikenal sebagai Chris John.
Dari catatan panjang Chris John, saya langsung menaruh hormat. Petinju muda ini mencatatkan rekor sebagai juara dunia kelas bulu pertama yang berasal dari Indonesia, petinju kedua terlama yang menjadi juara dunia kelas bulu sepanjang masa, serta peringkat kedua dalam daftar petinju yang paling sering mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu sepanjang masa. Dia juga tercatat sebagai petinju Indonesia kelima yang berhasil meraih gelar juara dunia, setelah Ellyas Pical, Nico Thomas, Ajib Albarado, dan Suwito Lagola.

Dalam salah satu pertemuan santai dengannya, saya jadi tahu apa kunci suksesnya. “Saat naik ring, saya selalu berfokus untuk menjatuhkan lawan,” tutur Chris John.

Mengapa teroris bisa sukses dan militan? Karena mere- ka fokus. Saya beri contoh The Power of focus. Mengapa Hitler bisa berhasil membunuh banyak orang? Karena dia berfokus. Kita bayangkan jika kita berfokus pada hal-hal positif, bukan pada hal-hal negatif, dampaknya pasti akan sangat dahsyat dan membantu banyak orang.

Agar berhasil, berfokus sangatlah penting. Banyak sekali orang yang gagal meraih target karena mereka salah atau tidak berfokus. Banyak juga di antara kita yang berusaha melakukan banyak hal yang tidak jelas. Goal-goal yang kita impikan terlalu banyak. Target kita pun terlalu banyak. Demikian pula dengan aktivitas kita yang terlalu bera- gam yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan produktivitas kita. Kita pun disibukkan dengan ini dan itu yang sama sekali tidak berhubungan dengan tujuan hidup kita. Apa yang kemudian terjadi? Gerak-gerik kita menjadi tidak terarah.
Terkadang kita sudah mengerahkan seluruh energi, namun tidak berfokus bahkan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang salah arah. Kita bukanlah pelari yang terus maju tanpa arah, bukan pula nelayan tanpa navigasi. Orang yang bekerja keras tanpa berfokus pada tujuan, hidupnya akan penuh kesibukan yang tidak produktif. Kita harus memiliki fokus. Itulah kunci kesuksesan yang dipegang orang-orang besar pemimpin dunia bisnis.
Pertanyaan besarnya, mengapa ada orang bisa sukses seperti Chris John dan ada orang gagal sukses seperti Reno? Padahal mereka sama-sama bertalenta, sama- sama berpeluang besar untuk merintis karier, sama-sama muda, dan hidup pada zaman yang sama?
Jawaban saya adalah karena orang-orang seperti Reno tersandung oleh satu dua hal, yakni salah fokus atau gagal fokus. Saya akan jelaskan secara detail.


SALAH FOKUS

Mengapa orang yang sudah tahu arti penting fokus, masih gagal? Penyebab pertama adalah karena mereka salah fokus. Pemahaman salah fokus adalah ketika seseorang tidak bekerja atau melakukan sesuatu dengan benar. Mereka memang memiliki fokus, tetapi salah mengambilnya. Seperti Anda yang ingin memotret sebuah patung di taman, tetapi fokusnya malah jatuh di latar belakang. Apakah Anda akan mendapat hasil yang sesuai harapan? Sama sekali tidak.
Anda sadar bahwa ketertarikan Anda adalah di bidang dekorasi ruangan. Setiap jalan-jalan ke mal, Anda lebih tertarik membandingkan satu gerai dengan gerai lain dalam menata ruangan dan interiornya. Lain dengan kakak Anda. Suatu ketika Anda melanjutkan bisnis toko bangunan yang merupakan bisnis keluarga. Di sana Anda harus berurusan dengan kerumitan keuangan. Setiap hari Anda harus berfokus duduk berlama-lama menatap dan menganalisis angka-angka. Tugas itu terpaksa Anda ambil karena sulitnya memercayakan urusan keuangan kepada partner Anda.
Apakah situasi itu membuat Anda nyaman dan sukses menjalani hari-hari? Kemungkinan besar, tidak. Bukan di situ seharusnya Anda meletakkan fokus Anda karena besar kemungkinan Anda tidak akan mendapatkan pencapaian maksimal.


Sebagai contoh, bayangkan kita adalah kulkas. Lalu, untuk apa kita berusaha menjadi lemari pakaian? Kulkas memang bisa dipakai untuk menyimpan pakaian, namun itu berarti kita tidak memahami fungsi kulkas yang sebenarnya.
Fungsi kulkas sudah spesifik, yakni untuk mendinginkan makanan sehingga menjadi awet dan tidak basi. Jika melupakan jati diri dan berusaha menjadi lemari pakaian, kulkas akan mengalami banyak kesulitan. Pertama, kulkas tidak akan bisa menyimpan pakaian sebanyak lemari pakaian. Kedua, kulkas tidak dapat mengeluarkan fungsi terbaiknya yang sesungguhnya, yaitu mengawetkan makanan. Hasilnya, kulkas akan hidup menderita dan merasa dirinya tidak berbakat dibandingkan lemari pakaian lainnya.
Hidup kita juga akan menderita seperti kulkas itu bila salah fokus dengan berusaha menjadi seperti orang lain. Kita perlu mengetahui passion, bakat, dan visi yang ada dalam diri kita. Saya yakin setiap orang punya bakat spesial. Cari tahulah apa kekuatan terbesar dalam hidup Anda dan berfokuslah pada bakat spesial dalam diri Anda.
Seperti halnya Mike Tyson, dia adalah petinju yang paling ditakuti karena kebrutalannya. Dia keluar masuk penjara anak-anak dan dikeluarkan dari sekolah. Dia kemudian ditarik keluar dari sekolah anak nakal oleh pelatih tinju terkenal, Cus D’Amato, karena melihat potensi dan bakat yang ada padanya.
Passion Tyson adalah bertarung di atas gelanggang tinju. Itulah yang dilatihnya sekian lama. Visinya pun sudah tergambar sejak lama. Dia sudah membuat rencana musim demi musim untuk meraih sabuk kemenangannya.
Bisakah Anda membayangkan seorang juara tinju Mike Tyson menjadi guru matematika? Apakah dia bisa? Saya yakin, tidak. Mengapa? Karena bakat dan talentanya bukan dalam pelajaran matematika. Jika Mike Tyson nekat menjadi guru matematika, kemungkinan besar hidupnya akan sangat menderita. Sebaliknya, jika seorang guru matematika berusaha menjadi seperti Mike Tyson, ia pun
akan KO, pingsan dalam ronde pertama. Logis, bukan?

Jadi, jika saya ditanya, “Apakah Anda dapat mengalahkan Mike Tyson?” Saya akan jawab tergantung. Dalam lomba matematika atau sempoa mungkin saya bisa menang. Namun dalam adu tinju, saya pasti KO dalam 1–2 pukulan pertama.
Begitu juga dalam persaingan bisnis. Jika Anda bersaing dengan kompetitor bisnis yang sangat besar, Anda ma- sih bisa menang! Caranya? Pastikan Anda berperang di area yang Anda memang kuat. Jika perusahaan saingan Anda ahli dalam marketing televisi, Anda bisa berperang dengan marketing online. Jika perusahaan saingan Anda berani membanting harga, Anda tidak harus ikut-ikutan membanting harga. Temukan kekuatan bisnis Anda dan di situ Anda akan melihat celah untuk meraih kemenangan.


Sibuk Tidak Berarti Produktif

Jangan salah fokus. Anda bisa jadi sangat sibuk, tetapi tidak menghasilkan apa-apa. Sibuk bukan ukuran sukses. Apa artinya sibuk kalau berfokus pada tujuan yang salah? Banyak orang terlalu sibuk menghabiskan 80% tenaganya untuk aktivitas yang tak ada hubungannya dengan visi dan misinya. Kalau tak ada perhatian terhadap visi yang sudah terbentuk, visi itu akan layu, kering, dan mati. Padahal, kerja keras tidak menjamin produktivitas. Ada orang yang sangat sibuk, namun tidak menghasilkan. Ada juga orang yang kerja pintar dan sangat produktif. Di mana perbedaannya?
Tidak perlu susah-susah mencari contoh. Lihat kaum
milenial—mungkin orangtuanya juga.

Kaum milenial menyibukkan diri di depan cermin. Un- tuk apa? Mengamati jerawatnya. Aduh, jerawatku mulai muncul satu, nih. Hari berikutnya, Wah, jerawatku udah segede  kacang.  Hari  ketiga,  Wah,  jerawatku   mulai   merah  dan kayak ada nanahnya …. Begitu setiap hari. Maka, 80% energi, pikiran, dan fokusnya terpusat pada satu titik kecil itu saja.
Sekali lagi, itu bukan monopoli kelakuan anak milenial. Orang dengan usia 50-an tahun pun bisa melakukannya. Untuk yang lebih tua mungkin berfokus pada satu dua uban yang mulai kelihatan.
Sesuaikan kesibukan dengan visi yang ingin Anda wujud- kan. Jadi, jika visi hidup seseorang menjadi supermodel, adalah wajar jika dia menghabiskan 80% tenaganya untuk mempercantik diri. Namun, jika visi hidupnya menjadi pebisnis sukses, sebaiknya ia menghabiskan 80% tenaga dan pikirannya untuk membangun bisnis.
Jika 80% energi terforsir untuk sesuatu yang bukan merupakan tujuan hidup kita, tidak akan ada lagi sisa tenaga untuk mengejar visi hidup.

Coba cek, apa fokus dalam hidup Anda? Apa aktivitas da- lam hidup Anda yang paling prioritas? Apa permasalahan terbesar dalam hidup Anda?
Jangan salah fokus. Jika selama ini Anda menghabiskan sebagian besar tenaga untuk sesuatu yang bukan merupakan visi hidup Anda, mari betulkan kembali arah hidup itu. Ambil dan cermati kompas yang sudah Anda set menuju tujuan Anda semula. Jangan mengalihkan fokus pada permasalahan-permasalahan yang sedang Anda hadapi. Jangan pula berfokus pada kelemahan dan ketidaksempurnaan yang Anda miliki. Berfokuslah pada visi yang ada dalam hidup Anda.
Salah fokus juga bisa terjadi dalam pekerjaan dan bisnis Anda. Anda mengerjakan tugas kantor bahkan lembur hingga larut malam. Anda sudah membuka laptop sejak pukul tujuh pagi dan baru sempat minum secangkir teh hangat saat di luar jendela sudah benar-benar gelap. Namun, pekerjaan yang Anda kerjakan tidak mengalami peningkatan, bahkan penurunan. Bisa jadi itu terjadi karena Anda salah fokus dengan aktivitas yang Anda kerjakan.

Contoh lain, seseorang berjualan tas bermerek atau tas dengan harga puluhan juta rupiah namun menghabiskan 80% waktunya untuk berjualan di kampung-kampung dan di desa-desa. Maka, penjualannya akan sangat sedikit bahkan mungkin nol besar karena dia salah fokus. Seharusnya dia berjualan di kalangan orang-orang kelas menengah atau kelas atas.
Apakah Anda adalah orang yang selalu bekerja sekuat tenaga, namun tidak mengalami kemajuan dalam pe- kerjaan? Ayo, revisi kembali aktivitas pekerjaan Anda. Jangan-jangan Anda salah menggunakan strategi bisnis. Cek juga apakah mungkin Anda salah mengincar target market untuk produk Anda? Apakah Anda salah fokus?
Lantas, apa artinya sekadar sibuk? Sekadar sibuk adalah ketika Anda membuang-buang waktu dan energi untuk kegiatan yang tidak efektif mencapai tujuan apa pun. Buang energi? Ya. Buang waktu? Betul. Namun, ketika kesibukan itu melanda, Anda seolah-olah sedang merasa mengerjakan sesuatu yang produktif. Padahal Anda seperti nelayan yang terus-menerus mendayung tanpa tahu di mana tempat ikan berkumpul.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa tetap sibuk akan memberi Anda ilusi bekerja keras. Bahkan, kesibukan kita sudah menyerupai seekor hamster yang berlari di dalam roda. Ya, hamster itu memang bergerak, berlari, dan membuang energi. Tapi, roda yang berputar itu tak akan berpindah tempat.


Akibat terlalu sibuk seperti ini, orang-orang menjadi terbebani, stres, dan kelelahan. Mengapa? Manusia yang menghabiskan waktu, tenaga, dan hidupnya untuk sesuatu yang tidak jelas akan lebih mudah stres dan lelah. Mungkin mereka akan terlihat sibuk dan penuh aktivitas. Tapi setelah selesai, perasaan yang timbul justru hampa, tidak dapat apa pun selain keringat bercucuran.

Menemukan Passion dan Merumuskan Visi

Mengapa orang bisa salah fokus? Ya, karena mereka tidak menemukan visi hidupnya. Tanpa tahu visi orang tidak tahu akan menjadi apa. Dia akan mudah terombang- ambing ke kiri dan ke kanan. Mereka tidak akan beranjak ke mana-mana.
Banyak orang yang bekerja tanpa visi. Banyak orang yang bekerja hanya untuk menjadi kaya raya. Sebagian lagi bekerja untuk bertahan hidup mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Namun, ingatlah selalu bahwa salah satu kunci kesuksesan yang perlu kita miliki adalah berfokus bekerja mengejar visi hidup.
Visi adalah pandangan atau wawasan ke depan. Visi menentukan seberapa besar provision (penyediaan) yang akan kita dapatkan. Banyak orang berfokus pada provision. Harusnya orang meletakkan fokusnya pada visi. Semakin besar visi yang kita punya, semakin besar provision yang akan kita dapatkan. Jadi, cara untuk memperbesar penghasilan adalah dengan memperbesar visi.


Contoh sederhananya, seorang anak minta uang kepada orangtuanya, “Minta tiga ribu rupiah dong, Yah.” Ayahnya bertanya, “Untuk apa?” Jika si anak tidak dapat menyebutkan peruntukan uang itu, dia tidak akan diberi uang. Artinya, si anak tidak punya visi dengan uang itu. Kali lain, si anak meminta uang dengan jumlah yang sama. Kembali ayahnya menanyakan peruntukan uang itu. Si anak menjawab bahwa dia akan mentraktir es krim teman sekelasnya. Visinya mulai jelas. Ayahnya kemudian memberi uang dalam jumlah yang lebih besar, yakni seratus ribu rupiah agar cukup untuk mentraktir temannya satu kelas. Pada kesempatan berbeda, anak itu kembali meminta uang tiga ribu rupiah. Kali ini alasannya karena ingin mengajak seluruh temannya satu kelas untuk jalan-jalan ke Bali. Visinya semakin konkret dan provision- nya pun semakin besar. Maka, uang yang dia terima dari ayahnya juga semakin besar. “Nih, Nak. Pakailah uang sepuluh juta ini untuk jalan bareng teman-temanmu ke Bali.”
Cara termudah bagi seseorang untuk melipatgandakan penghasilan adalah dengan memperbesar visi. Jika se- lama ini visi Anda hanya untuk bertahan hidup, saya akan ajak Anda memiliki visi yang lebih besar. Jika selama ini visi Anda hanya untuk diri sendiri, saya akan ajak Anda untuk memiliki visi yang dapat memberikan dampak positif bagi banyak orang.


Passion

Bagaimana cara menemukan passion Anda? Untuk me- nemukan passion, tiga langkah mudah berikut akan dapat membantu Anda:
1. Apakah aktivitas yang paling Anda sukai? Apakah jenis pekerjaan yang membuat Anda sangat bergairah?
2. Tuliskan lima keunggulan atau bakat Anda. Bakat adalah kemampuan pribadi Anda yang memberikan prestasi lebih baik dibanding orang lain saat menekuni hal yang sama.
3. Mintalah sahabat baik atau anggota keluarga Anda menuliskan lima keunggulan atau bakat Anda. Jangan malu bertanya, Guys!
Proses pencarian visi sebenarnya tidak sulit karena asal muasalnya berawal dari passion. Anda bisa mulai dari sebuah pertanyaan sederhana, “Apa sih passion saya?” Selanjutnya, pertanyaan ini bisa diperdalam, “Apakah hal yang benar-benar ingin saya lakukan dalam hidup ini?” Kedua pertanyaan itu penting dijawab karena pencarian visi dimulai dari hasrat dan bakat yang ada dalam hidup kita. Passion erat kaitannya dengan bakat dan kelebihan-kelebihan yang saat ini ada dalam diri Anda. Temukanlah, dan pastikan bekerja sesuai passion Anda.


Bekerja Sesuai Passion

Saat passion sudah ditemukan, mudah bagi Anda untuk membentuk visi. Jika passion Anda dalam hal memasak makanan, Anda bisa menggunakannya untuk membuka restoran. Contohnya:
• Saya akan membuat satu resto steak yang mudah diduplikasi dengan sistem franchise. Resto saya dalam tempo tiga tahun ke depan sudah bisa di- temukan di sepuluh kota besar di Indonesia dengan jumlah outlet per kota minimal 10 resto.

Jika Anda memiliki passion dalam hal memasak dan mengajar banyak orang, Anda bisa mengombinasikan keduanya untuk mengajari orang memasak. Contohnya:
• Saya akan membuka kelas memasak kuliner Indonesia untuk anak-anak muda di Kota Salatiga. Visi saya adalah menjadi pelatih memasak yang dapat menghasilkan koki-koki berkualitas internasional dari Indonesia.
• Saya akan membuat YouTube Channel berisi tutorial resep-resep makanan yang tidak hanya menjelaskan bahan-bahan yang digunakan, tetapi juga mengajari teknik memasak yang belum diketahui banyak orang.
“Apakah bekerja sesuai passion dapat menghasilkan uang?” Pertanyaan itu mungkin sempat mengganggu pikiran Anda.
Pahami terlebih dulu bahwa bisnis adalah upaya untuk membantu orang lain dengan imbalan uang. Semakin banyak orang yang kita bantu, semakin besar uang yang kita dapatkan. Tengoklah, orang-orang terkaya di dunia ini adalah orang-orang yang paling banyak membantu menyelesaikan permasalahan orang lain.
Karena itu, gunakan passion Anda untuk membantu orang lain. Manfaatkan passion Anda untuk menyelesaikan per- masalahan yang Anda temukan. Jika kita menyembunyi- kan dan menggunakannya hanya untuk diri sendiri, passion tidak akan menghasilkan uang.

Seseorang yang memiliki passion menari, namun setiap hari hanya menari di kamarnya, passion-nya tidak akan membantu siapa-siapa. Jika menari di acara-acara pesta dan membantu memeriahkan suasana, dia akan menda- patkan imbalan. Jika dia membuka sekolah menari dan membantu banyak orang untuk belajar menari, imbalan uang juga pasti datang.
Contoh konkretnya di sekeliling kita, mengapa Go-Jek menjadi sukses luar biasa di Indonesia? Karena aplikasi tersebut membantu banyak orang. Go-Jek membantu banyak driver motor untuk menambah pendapatan uang. Go-Jek membantu banyak rumah makan menjadi lebih laris dengan fitur Go-Food di dalamnya. Go-Jek membantu banyak pengguna aplikasi untuk memesan makanan tanpa harus keluar rumah. Go-Jek membantu orang Indonesia untuk bepergian dengan lebih mudah.


Tunjukkan diri Anda yang sebenarnya kepada dunia. Anda tidak perlu berusaha menjadi seperti orang lain. Passion yang Anda miliki berbeda dari passion orang lain. Ada permasalahan tertentu yang hanya bisa diselesaikan me- lalui passion Anda!



GAGAL FOKUS

Pada praktiknya, banyak orang yang tidak hanya salah fokus, ada yang mungkin sudah berfokus pada visinya, tetapi tidak terfokus lagi atau terputus. Saya menyebut- nya broken focus alias gagal fokus. Fenomena apa itu?
Temmy awalnya yakin dengan bisnis rental mobil yang dikelolanya. Dia sudah berfokus dengan usaha itu selama kurang lebih empat tahun. Modal yang dikeluarkannya sudah cukup besar. Kalkulasi awal, dia sudah mencapai break event point (BEP) setengah tahun lalu. Karena mis- management pada tahun pertama, tampaknya BEP itu baru akan tercapai setahun lagi.
Apa yang kemudian terjadi? Banyak suara sumbang mengganggu perjalanan bisnisnya. Kawan-kawannya menganggap bisnisnya sudah kuno dan tak ada prospek lagi. Dia dibujuk untuk berhenti melanjutkan bisnisnya. “Buat apa kamu bisnis rental mobil? Sudah gak zaman. Tutup saja!”
Temmy jadi gagal fokus. Dia bimbang. Kawan-kawannya terus menggerus fokusnya. “Jual saja mobil-mobil rental- mu. Bisnis itu susah dan untungnya kecil. Lebih baik kamu berhenti.”
Temmy pun berhenti melanjutkan usahanya. Fokus yang terputus seperti dialami Temmy adalah salah satu penyebab utama orang gagal dalam hidup mereka. Mengapa fokus orang bisa terputus? Banyak penyebabnya, mungkin komentar negatif atau pesimis orang, seperti itu pasti tidak berhasil, itu susah lho, atau yang paling sering terdengar sayang banget sekolah tinggi  cuma  kerja  seperti itu.
Anda mengalami demotivasi. Akibatnya, fokus Anda terputus dan Anda tidak dapat bekerja dengan baik. Ujung-ujungnya Anda tidak berniat melanjutkan ide itu. Kritikan orang mematahkan semangat Anda. Maka, fokus kita tidak boleh terputus. Kita harus berfokus pada hal- hal yang tepat. Konsentrasi pada target yang tepat dan pada aktivitas yang tepat. Jangan sampai salah fokus atau putus fokus.
Dalam berbisnis kita perlu tahu saat tepat untuk membuka mulut dan untuk menutup mulut. Mengapa? Ada kalanya ide bisnis kita yang out of the box justru memancing reaksi negatif orang-orang yang mendengarnya, termasuk orang terdekat kita. Reaksi yang tidak kita harapkan itu muncul karena ketidaktahuan mereka mengenai detail bisnis yang sedang kita jalankan.
Kenyataannya, kita sering kali gagal fokus karena tidak mau “tutup mata” terhadap hal-hal yang tidak prioritas. Media sosial menjadi salah satu perusak fokus kita. Perhatian teralihkan untuk sekadar menengok telepon pintar. Studi dari Nottingham Trent University mengungkapkan bahwa setiap orang rata-rata memeriksa ponsel 85 kali dalam sehari. Orang bisa menghabiskan waktu rata-rata lima jam per hari untuk berselancar di internet dan memakai aplikasi smartphone mereka—sebuah angka yang besar mengingat rata-rata orang bekerja “hanya” delapan jam sehari dipotong waktu istirahat.


Orang yang ingin menggapai terlalu banyak hal juga mudah untuk gagal fokus. Pernahkan Anda menangkap kelinci dan ayam sekaligus? Sangat sulit karena keduanya akan kabur ke arah yang berbeda-beda. Kecepatan larinya pun tidak sama. Kalaupun bisa menangkapnya, tentu perlu lebih banyak waktu. Kalau memang lebih lama, mengapa Anda tidak berfokus menangkap satu per satu? Toh wak- tunya sama banyak tanpa Anda harus kebingungan.


BAGAIMANA CARA BERFOKUS

Nah, untuk bisa menjadi orang yang berfokus, paling tidak Anda membutuhkan tiga jurus, yaitu melakukan eliminasi, melaksanakan reorganisasi kegiatan, dan belajar tutup mulut.
Menjadi superfokus bukanlah dengan berusaha untuk lebih fokus. Fokus adalah hasil dari eliminasi. Fokus adalah tentang kemampuan Anda melakukan eliminasi kemudian dilanjutkan dengan kemampuan Anda mengorganisasi kembali kesibukan-kesibukan Anda. Setiap kali melihat kata fokus, ingatlah kata eliminasi. Detailnya seperti ini.


1. Eliminasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), eliminasi berarti penyisihan, pembersihan, atau, pe- nyingkiran. Objek yang dieliminasi adalah bagian- bagian yang tidak pokok, tidak penting, atau kalah penting, atau kalah bermutu. Misalnya, peserta lomba yang tidak memenuhi kualifikasi akan disingkirkan sebelum pertandingan dimulai. Contoh lain dapat dilihat dalam penyortiran buah kopi yang rusak atau tidak utuh. Hasil sortiran itu akan disingkirkan dan dimasukkan dalam grade rendah.
Bagaimana kaitan fokus dengan eliminasi? Mari kita eliminasi hal-hal yang tidak produktif dan meng- habiskan banyak tenaga, bisa rupa-rupa aktivitas, pekerjaan, pikiran, strategi bisnis, dan sebagainya.
Pertama, cek target pribadi Anda. Cari target yang menyimpang dan tidak relevan dengan visi Anda namun lumayan menguras energi. Contohnya, ketika Anda berprofesi sebagai penari profesional, visi Anda adalah menjadi penari yang dapat memperkenalkan tarian budaya Indonesia ke dunia internasional. Karena cukup rupawan, tawaran menjadi pemain sinetron, masuk dapur rekaman, dan menjadi host acara musik di stasiun televisi juga datang kepada Anda. Kesibukan tambahan ini justru menyita waktu Anda sehingga profesionalitas Anda di bidang tari terbengkalai. Goal Anda bercabang-cabang. Anda harus shooting sinetron striping dari pukul delapan pagi sampai pukul sepuluh malam setiap hari tanpa henti.
Kita sering kali merasa tidak cukup hanya dengan satu goal. Kita merasa lebih mantap saat memiliki banyak goal. Namun, orang-orang tersukses hanya memiliki satu visi. Ya, satu saja. Mereka tidak tengok kanan atau tengok kiri, hanya berfokus pada satu visi terpenting yang ingin dicapai. Tidak masalah untuk memiliki beberapa goal, asal berujung pada satu visi yang sama.
Lantas, apa yang mesti kita lakukan saat sudah telanjur memasang banyak goal? Mulailah meng- eliminasi goal yang tidak sejalur dengan visi hidup Anda. Berfokuslah pada satu visi yang ada. Mungkin Anda sedikit ragu: hidup dengan satu visi kok ter- lihat sangat sederhana, ya? Percayalah, dari kese- derhanaan itulah Anda dapat memiliki kehidupan yang sangat kuat.

Kedua, cek ulang aktivitas harian Anda. Eliminasi kegiatan-kegiatan yang tidak mendekatkan Anda pada visi hidup Anda. Katakanlah visi Anda menjadi atlet bulutangkis terhebat di dunia. Maka, seharusnya Anda menghabiskan sebagian besar waktu Anda untuk berlatih bulutangkis, meningkatkan stamina, dan mengatur pola makan. Jika menghabiskan sebagian besar waktu untuk nonton televisi, bermain ponsel atau karaoke, kegiatan-kegiatan tersebut perlu Anda eliminasi.
Catatan: Anda tidak harus mengeliminasi 100% ke- giatan-kegiatan yang Anda suka, tetapi jangan sampai kegiatan-kegiatan itu menghalangi prioritas utama Anda.
Banyak anak muda ingin menjadi pengusaha sukses, namun sedikit yang menggunakan waktunya untuk mengejar visi itu. Sebagian menghabiskan empat sampai lima jam sehari untuk bermain game di ponsel ataupun laptop. Sebagian juga bersantai di sofa sambil menonton serial drama televisi dari pagi sampai malam tiba. Jika tidak menghabiskan sebagian besar waktu untuk mengejar visi, visi hanya akan menjadi mimpi di siang bolong.
Nah, di sinilah muncul perasaan yang mengganjal, stres, dan bahkan lelah. Fenomena seperti ini tidak hanya dilakukan oleh anak-anak atau remaja, bapak- bapak usia 50 tahun pun ada yang masih sibuk main komputer selama berjam-jam. Setelah game over, karena merasa lelah, tertidur di sofa. Padahal, tenggat waktu penyerahan proyek tinggal beberapa hari lagi. Akhirnya, setelah bangun tidur, stres dan menyesal.
Dengan adanya visi, kita punya tujuan hidup. Kita bisa tahu apa yang ingin dicapai sehingga seluruh hidup dapat terfokus ke arah tujuan itu. Kemudian, eliminasi sebagian kegiatan yang tidak mendekatkan kita pada visi. Eliminasi aktivitas-aktivitas yang hanya membunuh waktu. Jangan buang waktu dengan sia- sia, gunakan sebaik mungkin untuk mengejar visi.
Mau menjadi perenang profesional? Curahkan 80% waktu untuk berlatih renang. Atau, ingin menjadi seorang wedding singer? Berlatihlah menyanyi, bangun relasi dengan wedding organizer dan pe- musik dengan porsi yang melebihi waktu santai Anda. Ingin menjadi pengusaha sukses? Habiskan waktu untuk membuat perencanaan bisnis, pelajari keadaan pasar saat ini, dan bekerja keraslah memenangkan pertandingan bisnis.
Periksalah kegiatan harian Anda dan coret aktivitas tidak produktif yang hanya membuang energi dan waktu efektif Anda.
Ketiga, eliminasi juga strategi bisnis yang meng- habiskan banyak dana dan tenaga namun tidak mem- berikan hasil yang sesuai. Contohnya, simpel. Anda menjual nasi ayam geprek di sebuah perumahan. Target pasar Anda adalah anak kos di perumahan itu. Anda membayangkan sebuah brand yang kuat atas warung makan Anda. Maka, Anda menghabiskan energi untuk belajar internet marketing, serta optim- asi Instagram dan Facebook. Anda juga memasang poster di kampus-kampus untuk mempromosikan bisnis ayam geprek Anda.
Setelah berjalan tiga empat bulan, lakukanlah evaluasi. Dari mana pelanggan mengenal Anda? Apakah dari Facebook, Instagram, atau poster yang Anda sebar di kampus-kampus? Setelah survei pelanggan, ternyata 95% mengetahui ayam geprek Anda melalui poster yang Anda sebar di kampus-kampus.
Jadi, apa pesan praktisnya? Berfokuslah pada stra- tegi marketing melalui poster. Eliminasi strategi pe-masaran online yang ternyata kurang efektif. Jika tetap bertahan dengan media sosial, waktu Anda terbuang untuk sebuah effort yang tidak terlalu produktif. Daripada menghabiskan banyak waktu, tenaga, dan dana untuk marketing online, lebih baik memperdalam strategi poster yang ternyata cukup efektif untuk bisnis ayam geprek Anda saat ini.
Saya juga pernah mengeliminasi salah satu strategi distribusi untuk produk saya. Awalnya, saya menggunakan dua jalur pemasaran, yakni online dan offline. Setelah sekian lama, saya mengevaluasi plus dan minusnya.

Ternyata, produk yang dipasarkan secara offline lebih bermasalah, mulai dari penagihan ke toko-toko yang terlambat membayar, distribusi barang yang hilang, munculnya biaya-biaya tambahan, dan sebagainya.
Sebaliknya, pemasaran online lebih praktis. Pembeli membayar terlebih dulu dan distribusi menggunakan kurir tepercaya. Anggota tim juga menjadi lebih sederhana. Salesman yang keliling ke toko-toko untuk berjualan dan menagih hutang menjadi tidak relevan. Dari situ saya kemudian mengeliminasi penjualan offline. Pemasaran berfokus pada jalur online dan menjadi prioritas. Omzet, waktu, dan SDM menjadi lebih tertata dengan baik.

Berusaha melakukan banyak kegiatan hanya akan membuat kita sibuk, namun tidak efektif. Berusaha menguasai segala bidang bisnis justru membuat kita menjadi orang yang biasa-biasa saja. Kita hanya perlu melakukan satu hal, dengan sangat baik, sangat fokus, sangat genius, dan sangat luar biasa.

2. Menata ulang (restructure)

Setelah melakukan eliminasi atas kegiatan-kegiat- an yang tidak penting, saatnya untuk menata ulang

prioritas aktivitas Anda sehari-hari. Melakukan re- struktur kegiatan pekerjaan sangatlah penting untuk mencapai visi pekerjaan.
Dengan membuat urutan prioritas, kita akan lebih berfokus melakukan yang terpenting. Orang cenderung memilih untuk melakukan apa yang mudah dan menyenangkan, bukan apa yang terpenting untuk kemajuan bisnisnya.
Contohnya, seseorang memiliki usaha restoran ayam goreng. Ia ingin membuka 50 cabang di seluruh Indonesia dengan sistem franchise. Ia membuka restoran pertamanya lima tahun lalu. Ia juga sudah memiliki tim yang bisa dipercaya untuk mengelola bisnis ayam gorengnya.
Setiap hari ia sibuk memasak ayam goreng, menjadi kasir, dan membersihkan restoran. Ini memang bagus dan penting! Namun, perlu disadari bahwa target utamanya adalah membuka 50 franchise di seluruh Indonesia. Aktivitas-aktivitas tersebut belum tentu mendekatkan bisnis ayam gorengnya pada visi utamanya.
Di titik ini, seharusnya ia bisa melakukan dua hal, yaitu belajar mendelegasikan pekerjaan ke anggota tim dan belajar membuka franchise ayam gorengnya ke daerah-daerah. Mendelegasikan pekerjaan dan membuka franchise tentu tidak mudah, namun sangat efektif untuk mencapai visinya.


Oleh sebab itu, orang ini perlu menata ulang prioritas pekerjaannya. Mungkin selama enam bulan ke depan ia bisa berfokus menghabiskan 80% waktunya untuk belajar mendelegasikan dan mempelajari franchise. Sisanya, ia dapat melakukan aktivitas sehari-hari yang digemarinya.


3. Buat prioritas aktivitas Anda!

Untuk mempermudah menentukan prioritas aktivitas, bagi kegiatan Anda sehari-hari dalam tiga kategori, yaitu:
1. Amat sangat penting
2. Sangat penting
3. Penting

Ketiga kategori di atas adalah hal-hal penting sebab yang tidak penting sudah kita eliminasi sebelumnya. Hanya diri Anda yang tahu hal-hal yang amat sangat penting, sangat penting, atau penting untuk dilakukan. Biasanya, kategori “amat sangat penting” adalah aktivitas-aktivitas yang memberikan dampak paling besar untuk memajukan bisnis. Kategori “sangat penting” juga efektif untuk mencapai visi perusahaan, namun tidak sepenting kategori pertama. Dan, kategori “penting” belum tentu memajukan perusahaan dan biasanya bisa didelegasikan.

Amat sangat penting

Kuadran “amat sangat penting” adalah kegiatan- kegiatan yang memberikan dampak paling besar untuk mencapai visi perusahaan. Sekali lagi, hanya Anda yang tahu kegiatan apa yang masuk dalam kategori “amat sangat penting” ini.
Pastikan Anda tidak mengerjakan terlalu banyak di kategori ini. Dalam sehari, lakukan hanya 1–2 aktivitas. Tanyakan kepada diri Anda, “Apakah satu hal yang saya lakukan  akan  mengubah  kehidupan pekerjaan saya?”
Saya pun sering mempertanyakannya sehingga tidak terjebak dalam rutinitas atau zona nyaman. Dari pengalaman saya, kegiatan “amat sangat penting” dapat berganti-ganti dari waktu ke waktu sesuai tantangan dan kesempatan bisnis yang dihadapi.
Sekarang saya sedang berfokus membuat YouTube Channel yang membahas dunia bisnis. Saya ingin memajukan negara dengan melakukan edukasi bisnis dan membagi pengalaman pribadi kepada anak-anak muda. Oleh sebab itu, satu hal yang jika saya lakukan dapat memberikan dampak paling besar untuk mencapai tujuan itu adalah membuat video YouTube setiap hari.
Bagaimana dengan Anda? Apakah aktivitas yang “amat sangat penting” dalam pekerjaan Anda? Apakah satu hal yang jika Anda lakukan dapat mengubah kehidupan keuangan Anda?
Pastikan Anda berfokus mengerjakan aktivitas “amat sangat penting” sebelum mengerjakan aktivitas lain. Untuk menjadi orang yang produktif, habiskan 80% waktu, tenaga, dan pikiran pada kegiatan yang paling memajukan perusahaan. Kegiatan ini mungkin bukan yang termudah atau merupakan rutinitas sehari-hari, melainkan yang memberikan dampak paling besar untuk mencapai visi pekerjaan.

Sangat penting

Kategori “sangat penting” berisi kegiatan-kegiatan yang juga dapat memajukan perusahaan. Perbedaan kategori “sangat penting” dan “amat sangat penting” hanya ada di prioritas.
Tanyakan kepada diri Anda, setelah menyelesaikan kategori “amat sangat penting”, apakah kegiatan yang ingin Anda lakukan hari itu?
Target utama saya adalah memberikan edukasi bisnis melalui video YouTube. Namun, saya juga ingin menulis buku Kunci Kesuksesan yang juga memiliki visi sama. Saya pun memasukkan kegiatan menulis buku dalam kategori “sangat penting”. Setelah selesai membuat video, saya akan beristirahat sejenak dan menghabiskan sisa waktu untuk menulis.

Ingat! Anda tidak harus mempunyai kegiatan di kategori “sangat penting” ataupun “penting”. Jika ke- giatan di “amat sangat penting” sudah menghabiskan seluruh waktu dan tenaga, Anda bisa mengosong- kan kategori ini.

Penting

Kuadran tindakan ini umumnya berbentuk tindakan yang dapat dilakukan secara santai, bertahap, tidak menghabiskan banyak energi, dan tidak ada perasa- an diburu tenggat waktu yang ketat.
Contoh:
- mengikuti seminar bisnis
- rajin berolahraga di pusat-pusat kebugaran
- bertemu agen asuransi
- membaca informasi bisnis hari ini
- networking bisnis
- melihat neraca rugi laba perusahaan
- dan sebagainya

Aktivitas-aktivitas di atas dapat membantu mencapai visi pekerjaan Anda, namun tidak sepenting kategori “sangat penting” dan “amat sangat penting”.


Diam = Superfokus

Perhatikanlah fenomena alam di sekitar kita, terutama keunikan pada kehidupan manusia. Sahabat-sahabat difabel kita memiliki bakat dan talenta luar biasa. Ketika lengan mereka tidak seperti layaknya manusia lain— hanya memiliki satu lengan atau bahkan tanpa lengan— kaki mereka akan berfungsi melebihi rata-rata manusia berlengan. Mereka dapat melukis dengan indah, bermain gitar dengan sangat harmonis, bahkan ber-make up dan mengemudi mobil dengan kaki, dan sebagainya. Mengapa kaki bisa begitu berdaya guna? Karena ada bagian dari organ tubuhnya yang nonaktif sehingga kemampuan organ lainnya berfungsi secara berlipat ganda.
Tengok juga sahabat tunanetra kita. Mereka memang tidak dapat melihat dengan baik bahkan buta total. Namun, ketika mata mereka tidak dapat berfungsi maksimal, telinga mereka akan menjadi kekuatan. Pendengaran mereka menjadi sangat peka dan tajam. Bahkan, mereka dapat merasakan perubahan cuaca, pergantian sore menuju petang, melalui tanda-tanda yang terdengar oleh telinga luar biasanya itu. Mereka mudah mengenali satu saudara dengan saudara yang lain melalui suara-suara halus yang ditangkap telinga mereka. Mengapa telinga lebih peka? Karena ada fokus yang terjadi ketika satu indra nonaktif.
Ketika satu hal ditutup, ada satu hal yang terbuka. Ketika mulut ditutup, kekuatan fokus akan bertambah berkali lipat. Jika satu indra di-nonaktifkan, berfokus akan lebih mudah dilakukan.
Bagaimana saya mengaplikasikan keyakinan ini? Bagai- mana saya membangun dan menciptakan fokus dengan menutup mulut?
Mudah saja. Saat membuat business planning, menyusun target pemasaran, menggali ide bisnis, atau menyusun strategi taktis untuk menaikkan omzet perusahaan, saya akan menonaktifkan mulut saya. Suasana yang terbentuk membuat saya jauh lebih mudah membangun fokus diri. Ide-ide datang dan mudah dituangkan dalam bentuk tulisan dan skema. Solusi untuk berbagai persoalan seakan mudah dirumuskan ketika menutup mulut. Kekuatan fokus jauh lebih besar daripada saat berbicara.
Oleh karena itu, bagi Anda yang sering mengalami kebuntuan untuk memecahkan masalah atau memiliki tantangan berlarut-larut tanpa solusi, cobalah tutup mulut selama lima menit. Lalu, biarkan fokus itu tumbuh dengan cepat dalam diri Anda.
Contohlah para pemburu. Keberhasilan mereka meningkat ketika menembak sambil menutup mulut. Mereka hening tanpa suara. Semakin berdaya ketika tidak hanya mulut yang mereka nonaktifkan, tetapi juga satu mata. Mereka meletakkan fokus dari ujung senapan menuju titik bidik dengan memicingkan mata, cukup satu mata yang me- lihat. Maka, fokus terhadap sasaran tembak semakin tajam dan tepat. Dooor! Hewan buruan pun terkapar. Saya yakin, saat menarik pelatuk itulah si pemburu berada dalam kondisi fokus yang luar biasa.
Hal yang sama berlaku pada para pemain basket internasional. Mengapa seorang atlet basket mudah menyarangkan bola dengan tepat dari jarak jauh? Karena dia menutup mulut dan membiarkan fokusnya terbangun dengan mengabaikan keinginan membalas teriakan atau panggilan dari teman satu tim bahkan pelatihnya. Dia diam, dan lantas menembakkan bola ke lingkaran di papan ring. Langsung masuk!

Lantas, bagaimana memaksimalkan rahasia besar ini dalam aktivitas pekerjaan dan bisnis kita? Pahamilah bahwa tugas-tugas harian ada yang mengharuskan kita berbicara dan ada juga yang mengharuskan berpikir tanpa banyak berbicara. Ketika Anda harus memecahkan masalah tertentu, lakukanlah tanpa bicara, termasuk “berbicara” melalui WhatsApp, membalas dan mengirim pesan melalui e-mail, atau menelepon sana dan sini. Ambillah waktu khusus untuk hal-hal itu di luar saat Anda harus hening tanpa berkata-kata.

Kalau Anda seorang sales, telemarketer, petugas call center, bahkan CEO atau direktur, pastikan Anda dapat mengatur kapan waktu yang tepat untuk memaksimalkan mulut Anda. Apakah itu untuk rapat, mengontak calon pelanggan, atau melayani tamu-tamu. Di luar itu, Anda pun harus mengatur waktu untuk beraktivitas tanpa mulut. Anda harus menutup mulut ketika membutuhkan lebih banyak fokus untuk berpikir. Karena saat satu fungsi tubuh di-nonaktifkan, seperti halnya tutup mulut, organ lain otomatis akan berfungsi berlipat ganda, yakni berfokus di pikiran Anda. Cobalah dan buktikan sendiri.


EMPAT HAL YANG MEMBUAT ORANG GAGAL BERFOKUS

Ada empat hal yang membuat kita gagal berfokus, yaitu terlalu sibuk memperbaiki kelemahan, mengejar uang melebihi visi, berusaha melakukan banyak hal sekaligus, dan berpikir bahwa yang rumit itu bagus.

1. Berusaha Memperbaiki Kelemahan

Roger Federer, seorang pemain tenis nomor satu du- nia, pernah ditanya. Jika seseorang memiliki pukul- an forehand yang kuat dan pukulan backhand yang lemah, apa yang harus dilakukannya? Jawabannya, ia harus berfokus melatih pukulan forehand-nya dan hanya melatih sedikit untuk memperbaiki pukulan backhand-nya. Dengan berfokus pada kekuatan, ia yakin bisa juara dunia.
Sebaliknya, jika berlatih keras untuk menutupi pu- kulan backhand-nya yang lemah, mungkin ia hanya akan menjadi all-round tennis player yang tidak punya kelemahan, juga tidak punya senjata memati- kan yang dapat memenangkan kejuaraan dunia.
Bruce Lee pernah mengatakan, saya tidak takut pada orang yang bisa melakukan sepuluh ribu jenis tendangan. Saya takut pada orang yang menguasai satu jenis tendangan tetapi melatihnya seribu kali.

Maka dari itu, berfokuslah pada kekuatan. Dalam berbisnis pun kita pasti punya kekuatan dan kelemahan. Yang perlu kita fokuskan adalah kekuatan, baik kekuatan pribadi, korporasi, maupun produk. Apabila difokuskan, kekuatan tentu akan berlipat ganda, sementara bagian yang lemah dalam bisnis bisa kita tutupi melalui kerja sama atau partnership dengan pihak lain.
Gunakan 80% waktu yang ada untuk melipatganda- kan kekuatan dan sisanya untuk memperbaiki kelemahan. Persis seperti Hukum Paretto, kita perlu mengonsentrasikan seluruh aktivitas pada 80% kegiatan yang menghasilkan uang.

2. Mengejar Uang Melebihi Visi

Dalam setiap perlombaan lari antar-anjing, ada tahap prakualifikasi. Anjing-anjing yang akan bertanding dites terlebih dulu di sebuah lintasan. Tesnya sederhana. Disiapkan start dan finis. Pada jarak di antara start dan finis panitia meletakkan makanan dan benda-benda penggoda. Anjing yang berfokus pada goal untuk mencapai finis tidak akan goyah. Dia akan terus berlari sampai kakinya menjejak finis. Lain halnya dengan anjing yang tidak tahan godaan. Mereka akan berbelok mendekati mangkuk makanan yang aromanya sangat menggoda.

Hal yang sama berlaku untuk perjalanan bisnis Anda. Jika Anda pernah gagal atau saat ini merasa stagnan dalam hal penghasilan, coba cek. Apakah arah bisnis Anda sudah lurus dan berfokus pada visi Anda? Atau, Anda mudah tergoda untuk mencoba bisnis-bisnis musiman dan kagetan? Apakah modal dan sumber daya tim Anda memang Anda fokuskan pada satu visi di depan? Atau, sesekali Anda mengerahkan tim Anda untuk berbelok mengurusi satu dan lain hal yang Anda pikir bisa mendatangkan uang sesaat?
Kalau hanya mengejar uang tanpa memiliki visi, bisnis Anda akan bergonta-ganti. Asalkan dapat duit, bisnis apa pun akan dijalani. Sebaliknya, kalau mengejar visi dan misi lebih daripada mengejar uang, Anda akan tetap berfokus untuk lari sampai tujuan.

Uang bukan tujuan final. Uang akan mengikuti visi. Banjirnya uang ke rekening kita adalah impact dari visi jernih yang kita patok. Semakin besar visi kita, semakin besar cara berpikir kita dan semakin besar uang (provision) yang bisa kita dapatkan. Jadi, jangan hilang fokus pada godaan-godaan jangka pendek. Kejarlah visi Anda dan tetap lurus ke arah sana.


Ingat, setelah menemukan visi, lebih baik berfokus pada visi itu. Hindari untuk berfokus hanya demi mendapatkan uang sebanyak-banyaknya sebab jika ini yang dijadikan sasaran, dalam waktu singkat kita justru tidak akan berfokus.
Dalam hidup ini ada orang yang mati-matian mencari uang, namun selalu berkekurangan. Ada juga orang yang bekerja relaks, namun mendapatkan uang dengan mudah seakan hidupnya dikejar uang. Apa rahasianya? Uang mengikuti visi. Kejarlah visi hidup dengan kuat, maka uang akan mengikuti ke mana pun Anda bekerja.

3. Berusaha Melakukan Banyak Hal Sekaligus

Jack Ma adalah sosok yang fokus. Kalau mau, dia bisa mencoba banyak bisnis besar dengan peluang
penghasilan miliaran. Toh otaknya encer dan relasi- nya mendunia. Tapi, orang ini memilih untuk serius membesarkan Alibaba.com sampai benar-benar berkuku kuat.
Sebagai contoh, kita sudah punya bisnis roti goreng. Apakah bisnis ini akan melejit atau layu? Kalau omzetnya berkembang, bisakah pengelolaannya diserahkan kepada orang lain? Jika ada tren positif atas bisnis tersebut, Anda punya kesempatan membuka bisnis baru karena bisnis yang lama telah dikelola secara profesional. Harus diingat, mengembangkan bisnis itu satu hari demi satu hari, tidak bisa langsung serentak. Saya pun mengelola banyak bisnis.
Fokus berarti berani berkata tidak. Menutup kesempatan baru selagi sedang menyusun kekuatan untuk satu hal yang sedang kita bangun. Bukan berarti kita menentang konsep diversifikasi usaha, sama sekali tidak, namun ada saatnya kita harus berkata tidak pada kesempatan-kesempatan bisnis yang datang, khususnya bila tidak sejalur dengan visi hidup kita.


4. Berpikir bahwa Rumit Itu Bagus

Fokus juga berarti tertarget dan fokus itu sederhana, tidak rumit alias tidak complicated.

Artinya, jika Anda ingin mencapai penghasilan satu miliar tiap bulan, gunakanlah cara-cara sederhana, bukan cara-cara rumit atau complicated, karena yang sederhana itu kuat. Fokus itu kuat. Kita harus berusaha untuk berfokus hanya pada satu atau dua hal. Karena sederhana, fokus juga bermakna skala prioritas. Maka, fokus itu spesifik. Fokus itu jelas. Jelas apa yang ingin kita capai dan jelas apa yang ingin kita raih.
Semakin hari smartphone semakin simpel, bahkan tanpa tombol. Sederhana, tetapi multifungsi. Sudah bukan zamannya meyakini yang rumit itu hebat. Juga bukan masanya mengukur sebuah sukses dari perencanaan yang berbelit-belit dan proses bisnis yang panjang. Semakin rumit konsentrasi kita akan semakin terpecah. Organisasi bisnis pun akan menjadi gemuk dan tidak efisien.
Nah, agar berfokus, kita harus menjadi orang yang memegang prinsip hidup sederhana (simple life). Lawan sederhana adalah complicated atau rumit. Hidup yang rumit ditandai dengan banyak aktivitas, tetapi tidak terarah. Terlalu banyak acara, kegiatan, usaha, dan uang yang dihabiskan, tetapi tidak membentuk hidup yang mengarah pada visi dan misi.
Mengapa dibutuhkan kesederhanaan? Karena ke- sederhanaan mudah dilakukan dan dipraktikkan.

Kesederhanaan memudahkan kita membuat analisis terkait kelemahan dan kelebihannya.
Orang sering berpikir bahwa untuk mendapatkan hasil yang fantastis, kita harus menggunakan strategi bisnis yang rumit. Kenyataannya, strategi- strategi bisnis yang rumit justru dapat menyebabkan kebocoran, kerugian, bahkan kebangkrutan. Sebe- narnya, semakin sederhana strategi bisnis, semakin kuat bisnis tersebut. Gunakanlah rencana sederhana baik dalam hal manajemen perusahaan, marketing, rekrutmen karyawan, pembukuan, logistik, maupun divisi perusahaan.
Beranilah memangkas banyak hal yang sekadar me- rupakan kembang-kembang visi besar Anda. Cukup tetapkan satu visi dan ambil metode sederhana yang benar-benar akan mengantarkan Anda. Simpel, bukan?